Quantcast
Channel: Horas Bang Humphrey
Viewing all 25 articles
Browse latest View live

The Devil himself

$
0
0
Dalam suatu kesempatan, kemarin saya mendengarkan lagu dari iPod saya yang dikirim oleh orang rumah di US. Disana banyak lagu lagu mulai dari Hard Rock, metallica, hingga yang mellow seperti Country musics,

Salah satunya adalah lagu yang dibawakan oleh classic country singer Johnny Cash dengan single lagu "The Devil comes back to Georgia".



And it burned inside his mind the way he suffered that defeat
In the darkest pits of hell the devil hatched an evil plan

To tempt the fiddle player for he's just a mortal man

"The sin of pride," the devil cried is what will do you in

"I thought we had this settled, I'm the best there's ever been."


Johnny did you ever know that time keeps marching on

The coldest hour is the one comes just before the dawn

The devil's back in Georgia will you stand up to the test

Or will you let the devil be the best?


"In truth I haven't played much since the baby came in June

But give me half a minute an' I'll get this fiddle back in tune"


The devil grabbed the golden fiddle out of Johnny's hand and said

"Though I'm the fiddle player underground and I walk upon the land"


"Y'all just better be just turnin' back if you want this boy to win

'Cos practice is the only cure for the predicament he's in"


"Now devil it would be a sin for you to get my bow

You go on back to hell and to the wood shed I will go"


Johnny are you practising or will your hands grow cold?

The devil walks the land and plays a fiddle made of gold

Can you hear the babe a crying, will he ever know

The devil wants his daddy's very soul?


"Before we play I want to thank you for letting God's own Word ring true

He said you can't be trusted" "Yes but what you gonna do?"

"Well you get your fiddle devil if you think that you can win

'Cos I beat you once you old dog and I can whip your butt again"


John Brown's green, the devil is red

Mama's little baby loves shortnin' bread

The devil's dream is that he can win

But Johnny is the best that's ever been


(copyrighted by Charlie Daniels band)

Yang menjadikan lagu ini menarik adalah ketepatan parodi dengan masalah yang terbentang didepan saya sekarang. Well... mungkin sedikit dengan "pengawuran", tetapi yang ingin saya kemukakan adalah intrik lagu tersebut cukup gamblang menggambarkan intimnya hubungan Russo-US setelah perang dingin.

Dalam hal ini Russia dapat dikonotasikan sebagai "the Devil" yang telah "suffered that defeat" dalam kancah perang dingin yang lalu. Yang dengan kebangkitannya kembali ingin melakukan rekoleksi daerahnya dulu. (Let's say that he comes back to GEORGIA)

"The Devil hatched an evil plan" dengan melakukan intrik-intrik dalam bekas daerah satelit Soviet yang sekarang autonom bahkan membentuk negara baru. Terlebih lagi "to tempt the fiddle player"

"The sin of pride" diartikan bahwa atas dasar sikap tersebut maka "the fiddle player" wajib membantu Georgia apapun resiko dan situasi yang dihadapi sekarang ini mengingat masih ada dua front lain seperti Iraq dan Afghan, adalah situasi yang sangat dipahami dan menguntungkan "the Devil" dalam mewujudkan impiannya.

Toh apa yang diucapkannya "what will do you in" mengindikasikan keinginannya memanfaatkan situasi.

Padahal "Johnny the fidle player" masih menganggap bahwa dalam penghujung perang dingin terdahulu, sudah dikemukakan syarat bahwa "the Devil" mengakui supremasi "the fiddle player" di Eropa. Dengan mengatakan "I'm the best there's ever been".

Ditambah lagi para penonton, yaitu masyarakat international baik kawan seiring maupun lawan dalam selimut masing masing menanyakan "The devil's back in Georgia will you stand up to the test? Or will you let the devil be the best?

Sebagai komandan lapangan, kebetulan saya mempunyai latar pendidikan ekonomi yang cukup relevan. Saya melihat ada hubungan inter-dependensi antara militer dan ekonomi dalam kasus yang berhubungan dengan Rusia. Dalam permainan setara catur ini, taktik yang brilyan sangat mempengaruhi outcome dalam langkah berikutnya.

Perlu diketahui bahwa President Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa pengakuan Kremlin terhadap pembangkang separatis di Georgia yang mengakibatkan secara tidak langsung berhadapan dengan Barat, telah mengakibatkan tekanan berat pada pasar modal di Rusia. Saham saham di pasar bursa Rusia telah mengalami penurunan drastis lebih dari 30 persen dari nilai awal sejak bulan Mei 2008 kemarin. (the Guardian: Economics 08-2008)

Terlebih lagi dengan melihat kasus campur tangan pemerintah Rusia dalam hal tambang batubara Mechel dan Raksasa minyak gabungan Inggris Rusia yang bernama BP-TNK. Hal tersebut direaksi pasar dengan minggatnya investasi dari Rusia sebanyak 33 milyar dollar dalam 3 bulan belakangan ini, yang merupakan pukulan telak bagi proyek kebangunan ekonomi Rusia seperti yang dicanangkan presiden Medvedev. (laporan Alfa-bank, Moscow 08-2008)

Hal ini senada dengan pernyataan Dmitri Peskov yang merupakan juru bicara Perdana Menteri Vladimir Putin, bahwa dalam seminggu terkhir ini terjadi capital flight sebanyak 5.4 milyar dollar (data: BNP Paribas 2008). Melulu akibat image yang telah terpatri era Soviet dulu. Sehingga penggerakan otot militer Rusia yang meresahkan internasional akan berakibat fatal terhadap pembangunan ekonomi Rusia sendiri secara umum.

Dalam rapat G7 ditambah Rusia hari tadi pagi, para mentri luar negeri negara industri maju menekanan keamanan investasi di Rusia dan mengancam untuk menarik mundur investasi atas prasarana umum yang sangat dibutuhkan di Rusia, serta menagguhkan permohonan keanggotaan Rusia kedalam WTO. Seperti yang dijelaskan oleh US Secretary of Commerce yang diliput oleh der Spiegel Jerman.

Pukulan telak akan terjadi jika Rusia tetap berkeras yaitu saat European Union menetapkan posisi berseberangan dengan Rusia. Setidaknya Menlu Perancis Bernard Kouchner dan menlu Jerman mulai secara vokal menyerukan point point diatas.

Dengan mengantongi dukungan penuh dari Negara negara Baltic, Polandia, Czech Republic sertas beberapa negara yang dulu menderita dibawah Soviet, maka "the fidle player" mulai memainkan melodi maut-nya terhadap "the Devil" yang sudah menderita atas kekalahan di kasus Serbia, lalu pemisahan Kosovo atas konfederasi Serbia. Belum lagi luka lama perang dingin yang dikumandangkan US President Ronald Reagan.

Mungkin inilah yang dikatakan "the fidle player" terhadap "the Devil" dengan kata katanya yang menegas "Cos I beat you once you old dog, and I can whip your butt again".



Military Shotgun

$
0
0
Militer sejak jaman dulu hingga kini, secara tidak sadar menerapkan pameo: "The bigger our gun, the merrier". Bahkan ada istilah lain yang bukan hanya dipergunjingkan antar kaum wanita, tetapi juga di kalangan Marinir US yaitu: "Size DOES matter". Well... setidaknya hal ini menggambarkan bahwa dalam prinsip CQB (Close Quarter Battle) atau yang disebut perang jarak dekat ini memang membutuhkan senjata yang dapat digunakan untuk supressive fire serta mudah dan cepat dibawa oleh Light Infantry unit maupun special operators.

Secara harafiah dalam istilah marinir, CQB dalam perang kota yang istilahnya adalah MOUT (Military Operation on Urban Terrain) mendiktekan bahwa serangan utama adalah breeching technique. Para komandan lapangan (field-grader) akan memberikan perhatian utama pada fase ini. Perlu diingat bahwa selayaknya bangunan theory, breaching technique adalah batu tumpuan bagi pengembangan serangan selanjutnya. Efektif tidaknya suatu serangan ditentukan oleh breaching process ini.

Binelli M3




Shotgun sudah lama digunakan untuk memberikan suppressive fire terhadap posisi o
posan. Juga merupakan senjata unggulan dalam melakukan tehnik SOSR (Suppress, Obscure, Secure and Reduce). Karena efek yang dihasilkan bukan hanya efek strategis tetapi juga efek psikologis bagi oposan jika kita memiliki senjata ini dalam penyerbuan. Tidak ada senjata yang lebih efektif selain shotgun dalam konfrontasi jarak dekat seperti dari pintu ke pintu.


Binelli M4




Perkembangan dalam penggunaan Shotgun ini juga tidak hanya di militer tetapi juga dalam kehidupan sipil. Seperti banyak diadopsi oleh dinas Kepolisian daerah, State Troopers maupun US Marshal. Terlebih bagi kepolisian daerah juga dipergunakan sebagai "riot gun" yang dapat mengaplikasikan perangkat yang "less lethal". Sebagai contoh kasus, dapat kita bandingkan dengan dinas kepolisian Los Angeles maupun San Diego (LAPD & SDPD).

Kelemahan dan kelebihan shotgun terletak pada veritas munisi yang dipakai. Mulai dari munisi berburu (slugs), flares hingga 12 gauge. Munisi tempur standar bagi shotgun adalah 00-Buck, M-1030 Breaching rounds, FRAG-12 (USMC), M-1012, M-1013 less-lethal, Joint Non-Lethal Warning Munition (JNLWM), XM-104 Non-lethal bursting hand granade.
Jadi dilihat dari spektrum munisi diatas, dimedan tempur senjata ini mempunyai berbagai role seperti:
  1. Offensive weapon
  2. breaching weapon
  3. less-lethal weapon applicator.
Sehingga para operator senjata ini wajib memiliki ketrampilan dan latihan yang intens dalam mencermati tugas yang akan dilaksanakan. Tertukarnya munisi atau menerapkan terhadap sasaran yang salah merupakan fatalitas yang mematikan.

Dalam satu check-point kecil yang di ampu oleh satuan sekelas team, biasanya mempunyai dua operator granadier yang menangani shotgun. Masing masing memiliki dua fungsi berbeda. Yang pertama adalah operator yang bersifat offensive, yang kedua adalah operator yang bersifat less-lethal. Dimana operator yang kedua ini lebih bertanggung jawab dalam memberikan "effective warning" berupa flares, maupun non-lethal burst granade rounds kearah kendaraan yang mendekat dari jarak 100 meter agar berhenti di check-point. Diharapkan dengan adanya ledakan dan sinar menyilaukan, kendaraan akan berhenti. Jika tetap tidak berhenti maka dalam range 30 meter ditembak dengan munisi anti-materiel.

Dirumah maupun dalam tugas, selain side-arm berupa pistol Kimber M-1911 cal.45 ACP, saya juga membawa shotgun. Lumayan... buat menakut nakuti tikus. (maaf bercanda !!)






September 11 - US Patriot day

$
0
0
Banyak sudah kenangan yang terlampaui selama 7 tahun belakangan ini, mulai dari Sept 11 2001. Adalah hari yang menentukan, tidak saja dalam sejarah tetapi juga dalam kehidupan karir militer kami semua. Merubah kehidupan para "kuli peluru" bertransformasi merasakan bagaimana global combat secara first-hand.

Di hari peringatan ini, secara nasional telah dicanangkan menjadi hari nasional yang disebut "Patriot Day". Dimana seluruh kantor kantor pemerintah Federal maupun Negara bagian mengibarkan bendera setengah tiang, guna memperingati dan menghormati para korban aksi Terrorisme di gedung kembar World Trade Center NewYork, NY tepatnya tujuh tahun lalu.

Juga dengan menunjukkan solidaritas kepada para pekerja p
ublic-savety yang dengan gigih menanggulangi dalam memberikan respond secara akurat dan professional. Secara pribadi saya mengangkat topi kepada Dinas kepolisian New York (NYPD) dan Dinas Pemadam Kebakaran NYFD. Serta beberapa instansi terkait, telah menjadikan efek terrorisme ini menjadi perekat dan bukti soliditas dalam me-response aksi yang dilakukan anasir International dalam menggoyang sendi sendi demokrasi didalam negeri.















Pagi ini US President George W. Bush telah menetapkan September 11 sebagai hari Patriot yang merupakan hari berkabung nasional. Berikut adalah potongan text pidato kenegaraan:

Seven years ago, ordinary citizens rose to the challenge, united in prayer, and responded with extraordinary acts of courage, with some giving their lives for the country they loved. On Patriot Day, we remember all those who were taken from us in an instant and seek their lasting memorial in a safer and more hopeful world. We must not allow our resolve to be weakened by the passage of time. We will meet the test that history has given us and continue to fight to rid the world of terrorism and promote liberty around the globe.

By a joint resolution approved December 18, 2001 (Public Law 1
07-89), the Congress has designated September 11 of each year as "Patriot Day."

NOW, THEREFORE, I, GEORGE W. BUSH, President of the
United States of America, do hereby proclaim September 11, 2008, as Patriot Day. I call upon the Governors of the United States and the Commonwealth of Puerto Rico, as well as appropriate officials of all units of government, to direct that the flag be flown at half-staff on Patriot Day. I also call upon the people of the United States to observe Patriot Day with appropriate ceremonies, activities, and remembrance services, to display the flag at half-staff from their homes on that day, and to observe a moment of silence beginning at 8:46 a.m. eastern daylight time to honor the innocent Americans and people from around the world who lost their lives as a result of the terrorist attacks of September 11, 2001.

IN WITNESS WHEREOF, I have hereunto set my hand this eighth day of September, in the year of our Lord two thousand eight, and of the Independence of the United States of America the two hundred and thirty-third.

GEORGE W. BUSH

Saya menjadi teringat beberapa tahun sebelum ini saat kami
dikirimkan ke Afghanistan pertama kali sebagai Response team yang dibebankan kepada salah satu Battalion Marinir Expeditionary Unit yang berkualifikasi Special Operation (Spec-Ops), yang mana didalamnya termasuk penerjunan satu Company (ind: Kompi) saya di dataran tinggi Shah I Kot di Afghanistan sebelum Operation Enduring Freedom berjalan. Waktu itu saya masih baru saja memegang pangkat "Railroad track" yang berbentuk dua balok berwarna perak, alias Captain.










Dengan berjalannya waktu, September 9 2003 serpihan logam reruntuhan menara kembar WTC dibawa ke Amite, di negara bagian Louisiana, tepatnya ke Amite Foundry Machine untuk dicairkan dan dicetak menjadi "stem-bar" seberat 7 ton. Para pekerja peleburan metal tersebut memperlakukan mold ini dengan respect sebagaimana layaknya religious-relic. Yang kemudaian akan dipasangkan menjadi sebuah kapal Amphibious Transport dengan kelas San-Antonio yang diberi nama USS New York (LPD-21).

Rencananya akan memuat sebanyak 800 pasukan pendarat Marinir Expeditionary Unit (MEU) berkualifikasi SOC (Spec-Ops Capable) beserta peralatan penuh berupa 14 Expeditionary Fighting Vehicle, 1 Landing Craft, 2 Landing Craft air-cushioned, 2 buah M-22 Osprey, 2 CH53E Super Stallion, 4 CH46 Sea Knight, 4 AH-1 Sea Cobra.

Kapal tersebut sudah melalui tahapan "Christening" dan akan dijadwalkan laik laut secara operational September 11 2009, dengan motto: NEVER FORGET.




Feminisasi Senjata

$
0
0
Baru pulang dari tugas di Georgia, pagi ini waktu saya membaca emails maupun berita, banyak sudah pendapat tentang Anti-Gun law di US, yang dicanangkan oleh kelompok Liberals. Satu hal yang sekarang mulai mencuat dan saya kira merupakan terobosan dari para produsen senjata adalah merubah image senjata menjadi lebih humanis dan cute. Terutama kepada market yang sangat potensial yaitu kalangan wanita.

Feminisasi senjata dengan warna PINK adalah suatu terobosan dimana berbagai senjata yang berkesan mematikan, menyeramkan, angkuh dan identik dengan pembunuh tersebut mulai mencair dengan kedatangan warna warna feminin.

Saya pribadi pada awal aplikasi ini diterapkan, tidak terlalu terkejut. Bahkan mendukung terobosan ini sebagai suatu langkah maju. Alasan saya mengatakan hal demikian, disebabkan karena perlunya pengenalan senjata kepada kelompok yang beberapa waktu berselang sangat anti senjata. Istilah "tak kenal maka tak sayang" mungkin berlaku disini.

Pemilikan senjata oleh kaum feminis juga dimaksudkan untjk membuka cakrawala baru dimana senjata bukan melulu untuk alat beladiri, tetapi juga sarana untuk hobby, maupun fun dalam bentuk lain, serta tentunya pendidikan disiplin dalam safety.

Perlu dipertimbangkan, disamping berubah warna, para fabrikan juga menambahkan assecories bagi senjata yang bersangkutan. Jadi, pada akhirnya secara logika akan sama statusnya dengan "boneka-Barbie" dengan sistem interchagable dressed-up. Pernik pernik tambahan ini juga memungkinkan untuk pengembangan tahap selanjutnya bagi model model yang akan datang. Karena hingga hari ini, yang berubah kosmetik hanya terapan warna pink, walau secara struktural tidak merubah frame senjata.

Secara pangsa pasar, perubahan kosmetik ini juga menaikkan omzet penjualan senjata yang akhir akhir ini stagnan akibat tarik ulur di Washington.

Baik mari kita muali melihat dari beberapa contoh seperti:



53830 Pink Lady
Finish: Pink & Stainless
Frame: 7075 Alu
Grip: Standard
Barrel length: 2"
Capacity: 5-shot
Caliber: .38 Special +P
Hammer: Standard

Weight: 12 oz.

Atau seperti yang ini buat young girls:






Crickett model 225
Type: Rifle
Action: Single-Shot Bolt
Manufacturer: Keystone
Caliber/Gauge: .22 LR

Barrel Finish: Blued or Stainless
Stock or Grips: Molded
Barrel Length: 16.125

Overall Length: 30
Weight: 2.5
Capacity: 1
Sights: Peep Sights
Safety Features: Manual
Rate-of-Twist: 1-in-16
Additional Integral Key Lock


Kemarin saya malah sudah pesan yang model glock buat istri dirumah. Walaupun dia cenderung beraliran "Clintonian-Liberals", tetapi matanya tidak bisa surut dari warna yang menarik serta pegangannya yang enak. (catatan: yang kaliber 9mm ini kalibernya lumayan besar buat kaum hawa).



image: Jim's Gun Supply.


Well... setidaknya sekarang tidak ada yang pasang muka ngambek jika saya melirik dan berencana membeli senjata lainnya (kesukaan saya tentunya).
Mungkin supaya mirip yang di film: Mr & Mrs BadAss.


(maap bercandaaaaaaaa).

American Value

$
0
0
Apa kira kira yang tergambarkan oleh masyarakat International jika ada dua kata yang berbunyi: American Value.

Banyak yang akan seragam dengan pemikiran bahwa nilai budaya di America sudah campur aduk dari degradasi kumpulan nilai Nadir socio-cultural suatu bangsa yang berbudaya tinggi. Artinya banyak anggota masyarakat international yang tidak mengerti karena kurang mengenal Traditional American Value. Yang tampak terpampang saat ini adalah yang dijadikan patokan mereka dalam menilai negeri ini secara global.

America memang telah banyak mengumpulkan animo dan ter-kooptasi, banyak hal hal yang menurut bangsa bangsa lain yang lebih "beradab" menganggap bahwa "standard" nilai budaya masyarakat America tidak lain dari pada kumpulan ajaran Syaiton, Free-Sex, drug addict, sumber penyakit berbahaya, biadab, tidak bermoral, gila hormat, negara sok teu, pusat orang Atheist yang kadang kala untuk alasan tertentu dicap sebagai negara Kristen, al-Kafirun at its best maupun the Grand Infidel dan lain sebagainya.

Bukan salah mereka untuk menilai demikian, jangankan dunia International, sedangkan masyarakat America sendiri kini sudah menganggap hal hal yang berbau Traditional American Value adalah hal yang sudah usang, memalukan, tidak modern, terbelakang, yang lebih parah dikatakan tidak Liberal.
Terutama di kota kota besar yang dengan pertumbuhannya menjadikan kota tersebut sebuah megapolis kelas jagad. Sebuah "Mecca" of Cosmopolitanisme dan Posmodernisme. Lihat saja New York, NY atau Los Angeles,CA atau San Fransisco,CA hingga Chicago,IL. Pula beberapa municipalities yang sangat menarik.

Negeri yang menyumbangkan dan mewarnai dunia dengan Pop-culture, Blue-Jeans, Coca-cola, McDonnald dengan "french fries", Starbucks, Michael Jacson, MTV, Elvis Presley, Hollywood, Wall Street, Bank of America, Citibank, termasuk "The green back" US Dollar, dan lain lain.
Hal ini menjadikan magnet luar biasa yang akan menyedapkan impian kaum immigran untuk berani mempertaruhkan masa depannya di negeri ini. Hingar bingar cosmopolitan yang menjadikan proses melting-pot berjalan seiring dengan rangkakan waktu. Terutama setelah WWII berakhir menjadikan New York menggantikan Paris sebagai pusat perhatian dunia dalam segala bidang. Mulai saat itulah American value menjadi sirna, karena America memiliki "so much foreign properties value".

Apa sebenarnya traditional American Value tersebut?
Sebuah essay yang brilyan dari Dr. Dale A Robbins dalam tulisannya "What do you mean by Traditional Value" [(c) 1990]

Tidak lain adalah Family value yang tidak berbeda dengan nilai nilai budaya masyarakat lain. Sebuah tolok ukur yang sederhana tetapi memiliki kultur kuat. John Aldridge (1958) dalam bukunya menjelaskan bahwa American value masih terikat kuat dalam tradisi masyarakat Agraris di US misalnya didaerah cotton-belt maupun yang sekarang disebut Southerners. Mengacu pada Roman-Republican civic value yang digabung dengan Protestant-Christianity.

Walau tiap kelompok dapat menterjemahkan arti dan luasnya Family value, bahkan di US sendiri telah terjadi dikotomi seperti yang saya nukil dari wikipedia:
Social and Religious Conservatives often use the term "family values" to promote conservative ideology that supports traditional morality or values.[2] American Christians often see their religion as the source of morality and consider the nuclear family to be an essential element in society. Some conservative family values advocates believe the government should endorse Christian morality,[3] for example by displaying the Ten Commandments or allowing teachers to conduct prayers in public schools. Religious conservatives often view the United States as a "Christian nation".[4] For example, the American Family Association, says "The American Family Association exists to motivate and equip citizens to change the culture to reflect Biblical truth and traditional family values."[5] These groups variously oppose abortion, pornography, pre-marital sex, homosexuality, some aspects of feminism,[6] cohabitation, and depictions of sexuality in the media.

A less common use of the phrase "family values" is by some Liberals, who have used the phrase to support such values as family planning, affordable child care, and maternity leave. For example, groups such as People For the American Way, Planned Parenthood, and Parents and Friends of Lesbians and Gays have attempted to define the concept in a way that promotes the acceptance of single-parent families, same-sex monogamous relationships and marriage. This understanding of family values does not promote conservative morality, instead focusing on encouraging and supporting alternative family structures, access to contraception, abortion, increasing the minimum wage, sex education, childcare, and parent-friendly employment laws, which provide for maternity leave and leave for medical emergencies involving children


Bagi saya, gubahan lagu yang sederhana milik Alan Jacson, dalam format lagu Western country music menggambarkannya dengan eksak. Juga menurut saya adalah sebuah masterpiece, dimana Alan menggambarkannya dengan potret yang sempurna. (maaf ada iklannya).


Dalam lyrics sebagai berikut:

Born the middle son of a farmer
And a small town Southern man
Like his daddy's daddy before him
Brought up workin' on the land
Fell in love with a small town woman
And they married up and settled down
Natural way of life if you're lucky
For a small town Southern man


First there came four pretty daughters
For this small town Southern man

Then a few years later came another

A boy, he wasn't planned

Seven people livin' all together

In a house built with his own hands

Little words with love and understandin'

From a small town Southern man



Chorus
And he bowed his head to Jesus
And he stood for Uncle Sam

And he only loved one woman

(He) was always proud of what he had

He said his greatest contribution

Is the ones you leave behind

Raised on the ways and gentle kindness

Of a small town Southern man

(Raised on the ways and gentle kindness)

(Of a small town Southern man)



Callous hands told the story

For this small town Southern man

He gave it all to keep it all together

And keep his family on his land

Like his daddy, years wore out his body

Made it hard just to walk and stand

You can break the back

But you can't break the spirit

Of a small town Southern man


(Repeat Chorus)


Finally death came callin'

For this small town Southern man

He said it's alright 'cause I see angels

And they got me by the hand

Don't you cry, and don't you worry

I'm blessed, and I know I am

'Cause God has a place in Heaven

For a small town Southern man


(Repeat Chorus)



Mudah mudahan makna yang ditayangkan diatas dapat dicerna walaupun digambarkan secara minimality. Bahwa di US juga terdapat orang orang yang berpandangan tidak jauh dari nilai nilai yang dipahami oleh banyak orang dari negara "beradab". Bagaimanapun, toh perkembangan dan pergeseran zaman mendiktekan hal hal yang berlainan dengan keinginan.

Hanya satu hal yang saya kagumi sampai sekarang adalah berjalannya Demokrasi dan terdengarnya suara rakyat dalam menentukan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Yang mana, kalau boleh jujur merupakan hal yang sangat fantastis, yang juga mungkin belum dapat ditiru oleh negara negara "beradab" di seluruh dunia.


Semper Fi,

-------
Source:
  1. Aldridge, John. "After the Lost Generation: A Critical Study of the Writers of Two Wars". Noonday Press (1958). Original from the University of Michigan Digitized Mar 31, 2006.
  2. Robbins, Dale A. Dr; "What do you mean by Traditional value"; Victorius Publication,CA 1990; from internet source: http://www.victorious.org/tradvalu.htm

Pentingnya pendidikan senjata bagi Bintara dan Tamtama

$
0
0
Membaca sebuah harian, disana terdapat artikel yang memuat suatu kecelakaan akibat kesalahan dalam melakukan Gun-savety. Dimana salah satu korbannya adalah anak anak. Apapun kejadiannya, sebagai seorang yang tiap hari berkutat dengan senjata, saya merasa sangat prihatin dengan keadaan ini.

Walau kejadian ini tidak mewakili keadaan secara keseluruhan di Indonesia, tetapi menggelitik untuk dipikirkan. Yaitu tentang pendidikan kesadaran penanganan senjata oleh para Bintara dan Tamtama baik TNI maupun Kepolisian.

Bola gulir ini mungkin dapat dijadikan sumbang saran bagi para petinggi di Indonesia untuk rehat sejenak dan melihat kebelakang. Bahwa pembinaan gun-savety harus merupakan prioritas utama tanpa kompromi. Barangkali penekanannya sedikit lebih dalam bagi POLRI yang notabene adalah pengayom masyarakat.

Dari pengamatan beberapa rekan yang cukup kompeten di Indonesia, pengembangan disiplin senjata di dalam militer dan kepolisian memang sudah ada dan sudah ada aturannya secara jelas. Demikian juga ada JUKLAK (petunjuk pelaksanaan) bagi masing masing kecabangan angkatan.

Bagi militer, dalam pendapat saya adalah sangat TABU jika saya tidak mengenal "karakteristik pribadi" dari service rifle yang saya gunakan. Angkatan bersenjata di US sangat tegas dalam mendidik tentang gun-safety maupun BRM (Basic Rifle Marksmanship) training bagi para recruit yang baru saja diterima dari civilian baik itu Basic recruit di Boot camp maupun di Basic Leader course (Pa-Sis).

Terlebih di USMC, dimana standard-issue atas service rifle dipandang sebagai hubungan religious antara sang Marinir terhadap senjata yang dipakainya. Jadi boleh dikatakan sudah dalam taraf fanatik. (LOL)
Dulu waktu saya masih freshman recruit, pertama diajarkan adalah janji. Janji yang mana merupakan awal hubungan sakral tersebut. Yang berbunyi:

This is my rifle. There are many like it, but this ONE is mineMy rifle is my best friend. It is my life. I must master it as I must master my life.

My rifle, without me, is useless. Without my rifle, I am useless. I must fire my rifle true. I must shoot straighter than my enemy who is trying to kill me. I must shoot him before he shoots me. I will...

My rifle and myself know that what counts in this war is not the rounds we fire, the noise of our burst, nor the smoke we make. We know that it is the hits that count. We will hit...

My rifle is human, even as I, because it is my life. Thus, I will learn it as a brother. I will learn its weaknesses, its strength, its parts, its accessories, its sights and its barrel. I will ever guard it against the ravages of weather and damage as I will ever guard my legs, my arms, my eyes and my heart against damage. I will keep my rifle clean and ready. We will become part of each other. We will...


Before God, I swear this creed. My rifle and myself are the defenders of my country. We are the masters of our enemy. We are the saviors of my life.

So be it, until victory is America's and there is no enemy, but peace!


Seingat saya, "DOA SYAHADAT" ini diucapkan beberapa kali dalam sehari yaitu bangun tidur, sesudah makan, sebelum memakai senjata dan saat sebelum tidur malam.


Jadi jelas, bahwa yang diharapkan adalah intuisi tanggung jawab dalam memakai senjata sudah pada taraf yang hakiki. Pada taraf dimana "manunggal" antara senjata dan pemakai. Dengan kata lain, ibarat marinir tersebut sedang bermimpi pun masih mengingat dan mengimplementasikan Rifle-creed tersebut dengan sempurna.

Dengan adanya core-basic inilah maka kembangan selanjutnya adalah bagaimana penanganan senjata mulai dari gun cleaning hingga gun savety, maupun finger-discipline (yaitu jari telunjuk selalu lepas dari pelatuk kecuali jika sudah pasti menembak).

Pertanyaannya sekarang adalah, sampai sejauh mana pendidikan tentang senjata dapat di-kenyam olah para Bintara dan Tamtama TNI/POLRI. Pernah dalam sebuah diskusi milis, salah seorang rekan menyampaikan keluh kesah saat diksar Menwa di sebuah instansi militer di Batujajar yang mana digambarkan bahwa pelatih menerangkan siapa pembuat service rifle M-16, kemudian dijawab oleh Letnan Armelite.
Padahal, M16 dikembangkan oleh E. Stonner dari ArmaLite,Inc.

Satu contoh kecil dimana indikasi ini (mungkin) merupakan minimnya pengetahuan seputar senjata. Belum lagi senjata senjata produksi PINDAD. Dimana karakteristik dan makanik senjata belum dikuasai secara prima.

Bagaimanapun, kasus kecelakaan salah tembak yang berakibat fatal bulan kemarin merupakan kecerobohan "gunung es" (Iceberg fenomena) yang sudah berurat di Indonesia. Barangkali dengan penggantian pucuk pimpinan POLRI sekarang ini, perhatian terhadap pelatihan dan pengetahuan tentang senjata dapat ditingkatkan mutunya bagi semua kalangan POLRI terutama Bintara dan Tamtama.

Berkelana ke Safed Koh Pakistan

$
0
0
Apa kira kira yang tergambar di benak jika kita mendengar Khyber Pass ?

Pasti yang tergambar dan terpampang di dalam pikiran kita adalah seputar jalanan kuno ataupun ancient vilages diantara pegunungan tandus, jalan sempit berkelok kelok melingkar gunung, hingga pada gambaran perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan. Daerah ini sering disebut sesuai dengan bahasa setempat yaitu Pashto.


Didaerah inilah, saya beserta beberapa rekan menjelajahi keluar masuk daerah yang disebut Peshawar hingga Torkham yang bersinggungan dengan perbatasan Afghanistan. Kelompok kami mempunyai tugas tertentu, maklum namanya saja masih dalam rangka "ber-tamasya".

Ok lupakan dulu daerah ini adalah Fundamentalist hotbed.

Kelompok kecil kami terdiri dari dua American, tiga Britons, serta satu orang Afghani. Lumayan dapat meyisir daerah yang selama ini hanya dilewati tanpa dinikmati pemandangannya. Banyak warna warna yang justru menjadikan budaya di daerah ini menjadi menarik dan eksotik.




Melewati sebuah pasar di Khyber, dengan segala pernik seperti street food vendor dan barang dagangan yang di US justru mungkin susah dilihat. Bazaar e Muzaqaf, merupakan titik peringgahan dari tiga jalan utama yang menghubungkan ancient China, Afghanistan, Pakistan. Jalan inilah yang mungkin merupakan bagian dari "jalan Sutera" menuju eropa. Jadi membuat daerah hunian ini telah berusia puluhan abad.


Yang menarik adalah maraknya makanan yang ditawarkan. Cukup menggelitik rasa ingin tahu. Jualan seperti ini kalau menurut standar kesehatan di US pasti sudah mendapat beberapa Violation tickets. Makan pun harus memikirkan duduk dumana untuk menikmati makanan tersebut. Belum lagi lingkungan sekitarnya berbau urine. Maklum disini Camel (unta) dan keledai masih merupakan kendaraan angkutan pasar yang utama.


Jenis makanan tersebut banyak menganduk kari (curry). Daerah ini toh merupakan persilangan dari beberapa kebudayaan Asia kuno yang sangat kuat, sebut saja Persia, India, China dll. Pada awalnya saya sempat berpikir apakah saya (baca: perut) mampu menerima santapan yang cukup kuat daya ledaknya tersebut. (Untungnya orang rumah sudah menyertakan AlkaSetzer kalau heartburn).



Atau yang kelihatan seperti masakan Indonesia "sambal goreng Kerecek" dimana yang dimasak adalah potongan liver yang dimasak pedas dan berwarna jingga dari papprika. Ini baru yang disebut sarapan pagi, dalam bayangan saya bagaimana kalau makan siang atau yang lebih heboh bagaimana dinner-nya nanti?

Suatu ketika, rombongan kami tertawa tawa setelah melewati seorang penjual ayam goreng. Dimana gorengan ayam tersebut ditaburi papprika dan berbau seperti indian bayleaf karena sebelum digoreng katanya ayam tersebut direndam dengan larutan cuka dan curry sebagai marinade. Ternyata namanya masakan tersebut oleh orang Afghan disebut Pakkora atau dalam dialek Pashtun setempat disebut SAMOSA.
Pantas saja mereka tertawa terkikik, karena salah satu dari Britons tersebut "melaporkan investegasinya" dengan mimik serius dia berkata:
"Sir... I don't know how to describe it. Either you are very well known here in Afghanistan, or their Intel is darn good. They named this delicacy after your name SAMOSA....."

Sambil senyum kecut saya cuma bisa bilang: "Dude... WTF ??
Yang kemudian disambung dengan derai tawa mereka.



Tanggapan tentang adat Batak dan Agama oleh lae Hutasoit.

$
0
0

Ada tanggapan yang ditulis secara santun oleh Lae Hutasoit yang menurut saya cukup menarik untuk dibahas dalam mensikapi lingkaran seputar Adat Batak, terutama terhadap tulisan saya "Stop lecehan kaum agama terhadap adat Batak"

Sebelum melangkah lebih jauh, dengan segala kerendahan hati, ada baiknya kita sebagai masyarakat yang sudah mengenyam pendidikan tinggi tentunya kita wajib melihat tolok ukur sebuah argumen sebelum mengembangkan cakrawala berpikir dalam mensikapi sebuah fenomena terbahas.

  1. Konteks yang disoroti adalah kegundahan proses abrasi internal dalam Adat batak dengan introduksi agama Samawi di tanah Batak.
  2. Mempertanyakan perihal militansi dan repercussion yang menjadi solid akibat pandangan "keimanan" pribadi yang di-ejawantah secara konteks pribadi yang subjektif terhadap laku adat Batak.

Tanggapan ini saya padankan dengan konteks yang telah diprasarankan oleh Lae Hutasoit dalam tanggapan beliau terhadap tulisan saya sebagai berikut (in sic) :

Horas Lae samosir,
saya Yan
umur saya 27thn
saya dari bandung
menarik sekali saya membaca blog lae ini.
Saya salut dengan pengetahuan dan ajaran orang tua lae tentang adat2 batak. saya juga termasuk dari keluarga yang di didik agak keras tentang adat batak. tetapi tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap lae saya ingin menekankan sesuatu disini lae, kita boleh bangga dan boleh memegang teguh tradisi dan adat2 serta asal usul kita sebagai org2 batak, tapi saya kurang setuju klo lae sedikit agak meminggirkan nilai2 dari agama yang dibawa ompu nomensen ke tanah batak kita. sehebat2 nya pun adat2 kita serta smua peraturannya tetap tidak bisa menyelamatkan kita dari kehidupan dunia dan kehidupan setelah di dunia ini lae, adat2 batak dsb nya penting bagi kita untuk kita tetap belajar asal usul kita tetapi bukan segala2 nya, Alkitab/Firman Tuhan itu lah segala2 nya tertama Yoh 1:1, saya tidak membenarkan atau menyalahkan pernyataan amang TB Silalahi atau amang SAE Nababan. tapi saya ingin tanya secara pribadi ke lae samosir, setelah lae pergi dari dunia ini apakah manfaat smua adat2 dsb tsb ttg batak ini yg bermanfaat dan bisa menyelamatkan hidup lae setelah didunia ini???
punya prinsip dan karakter dalam suku batak perlu tapi bukan berarti kita harus jadi fanatik, tidak smua adat batak itu benar dan tidak smua adat batak itu salah... ahu maniop teguh do adat batak na menurut ahu denggan tu ngolungku, alai na so denggan hubulongkon do, alai bible alias hata ni Tuhan berusaha do hutiop lae, nang pe i agama Import songon na di dongkon lae i. setiap org bebas berpendapat, tapi kita juga tidak berhak mengatakan F*** terhadap orang lain terutama org yang lebih tua dari kita, saya yakin ini salah satu ajaran adat batak yg sangat berguna bagi hidup saya, pasangap natorasmu, hormat jolma na diginjang ni umur mu. setinggi apapun pendidikan lae di negeri sana dan lae menjadi org spt apapun dan seteguh apapun lae memegang dalian natolu klo lae tidak belajar untuk bersopan santun dan menghargai org lain itu sangat percuma lae.
maaf jika ada kata2 saya yang salah, saya hanya org dengan pendidikan yang tidak terlalu tinggi dan tidak pernah ke US sana. tapi saya tau kalau saya harus belajar menghargai org lain terutama yang lebih tua dan bersopan santun.
terima kasih, salam sejahtera buat lae samosir beserta keluarga.
Tuhan Yesus memberkati.

10/14/2008 6:30 PM



Lae Hutasoit,
Pertama tama, terima kasih memberi kesan dan pesan dalam blog saya.

Kedua, sakira saya berdiri dalam lingkaran adat, bukan semata mata merendahkan agama Impor samawi secara keseluruhan. Menurut saya yang perlu dicermati adalah "PERILAKU dari tetua yang justru menjustifikasi keadaan dengan melambari tindakan abrasi terhadap adat batak dengan ayat ayat Tuhan. (Kalau sampai disini apa bedanya dengan FPI? Maaf...bercanda)

Saya hormati pandangan Lae Hutasoit pribadi. Seandainya lae dapat melihat kromosom ulaon adat dengan batin yang telanjang dan seimbang, mungkin disana terdapat kaidah kaidah dari kita batak yang justru luput dari pandangan agama Samawi. Pula saya katakan terdahulu, yang saya serang justru perilaku "person" yang bersangkutan, bukan secara utuh melulu kesalahan terletak pada agama Samawi import.


Kembali saya katakan dengan bathin yang telanjang dan seimbang adalah melepas kacamata yang dalam bahasa Latin disebut "
Sola Fides" (hanya berdasar Iman) ataupun "Sola Scriptura" (hanya berdasar ayat). Terlepas dari dikotomi pandangan aliran Kristen dari denominasi Lutheran, Protestan maupun Catholic seperti saya. Pula saya bukannya mengajukan suatu argumentum ad ignoratum terhadap disposisi diatas, tetapi proporsi dalam memandang dan menilai suatu subject wajib dilihat dari lingkaran dimana masalah tersebut berasal, dalam hal ini adalah adat batak di tanah batak oleh orang batak.

Sari pati yang saya kemukakan dalam postingan saya terlebih dahulu adalah melulu menyampaikan kegundahan seorang Batak terhadap akselerasi dekompositas adat batak yang mulai menyurut. Secara descriptive, saya telah saya utarakan bahwa proses penggabungan adat dan agama sebaiknya "painlessly" tanpa merendahkan, seperti halnya tuan rumah terhadap tamunya yang santun. Raja na ro terhadap Raja na dinapot. Sehingga assimilasi keduanya menghasilkan end produt yang dapat diterima keduanya.


Saya mengajak untuk memandang cakrawala yang lebih luas. Sebagai seorang Kristen, tentunya kita selalu melafalkan Credo (syahadat, syafaat). Seperti dari kata: "Aku percaya.... dst" atau dalam bahasa kita batak "Ahu porsea...dst".

Kata "Aku, Ahu, Jo, I, Ik, Ana" masing masing adalah kata ganti orang pertama tunggal, yang dalam bahasa latin disebut "Ego". Secara harafiah menyatakan kepemilikan pribadi yang melambangkan "si-Aku". Sedangkan maksud dari credo adalah deklarasi penundukan diri terhadap kekuasaan dan ajaran sang Khalik.
Jadi benang merah yang dapat ditarik disini adalah: Iman adalah suatu struktur darjad kepercayaan kepada Sang Khalik secara PRIBADI. Kata pribadi disini saya tonjolkan terutama merujuk karena agama saya adalah pribadi saya, demikian yang saya maksud. Secara paralel kalau dita sitir dari Al Quran adalah "Lakum dinukum Waliyadin" artinya "Bagimu agama-MU, bagiku agama-KU". Walau agama adalah cateris paribus yang homogen tetapi penjabaran sudut pandang tetap berbeda.

Nah, apa hubungannya dengan Adat batak?


Introduksi agama samawi telah ramai sejak dulu ditanah batak, tetapi yang paling banyak terasa pengaruhnya ditanah Batak adalah dari akibat usaha seorang gembala yang sering disebut Ludwig Ingwer Nommensen. Justru dalam pandangan saya Ompu Nommensen, dulu diawal penginjilan ditanah Batak
tidak menganjurkan untuk mengabrasi adat yang bertindak sebagai "host" (tempat, sarana) dalam penyebaran Injil. Hal ini sejalan dengan tulisan rekan sejawatnya Rev. John Christian Fredrick Hayer dari Lutheran yang juga dikirim ke Amerika dalam memperkenalkan Injil di daerah suku Native-American Indians di Philadelphia.

(sumber: George Drach. “Father Heyer, the Pioneer,” The Lutheran Church Quarterly, XI 1938, 187–193.)

Bahwa diawal misi penginjilan tidak banyak benturan yang terjadi antara era pre-christianity Batak dengan visi theology Rev. Nommensen. Intinya, Lutheran adalah proses "protestanisasi" terhadap agama kristen Catholic di Jerman yang sangat sarat berbau Roman-Italia yang mana dalam hal ini kurang menyentuh selera kebangsaan suhu Ghaul (Germanicum). Sehingga berpijak dari pandangan tersebut Rev. Nommensen JUSTRU menolak mengakulturisasi ulaon Adat. Yang ditawarkan oleh beliau justru "membelokkan" dengan meng-okulasi kepercayaan adat menuju pola Kristiani. Seperti mengadopsi kata "Debata" (dulunya mengacu pada Mulajadi NaBolon) menuju pada "Debata" sebagai Tuhan Kristen". Jadi justru bukan bermaksud memotong dan membelah dengan membuat jarak terhadap adat batak. (Dr. Uli Kozok, 1990, makalah)

Nah kalau demikian, tentunya akan sangat ganjil jika mendengar bahwa beberapa tokoh sebagai seorang yang dituakan dalam adat batak apalagi sebagai gembala penerus Rev. Nommensen justru berusaha menganihilasi adat Batak dengan acuan kepada Bible. Yang mungkin dalam hemat saya justru akan membuat Rev. Nommensen akan mengernyitkan dahi tanda tidak setuju atas pola yang marak belakangan ini.

Peletakan inti masalah BUKAN terletak pada pijakan pandangan bahwa implementasi adat tidak bersifat menyelamatkan saat Judgement day. Dengan kata lain, jika seseorang melakukan ulaon adat yang DITAFSIRKAN bertentangan dengan fungsi theologia maka otomatis akan mengancam kita untuk kehilangan tiket menuju sorga.

Ungkapan ditas saja secara klausul sudah keliru. Kenapa kita "mem-personofikasikan" Tuhan? Apakan kita sudah menjadi duta Tuhan untuk mengatakan ini benar dan itu salah, hanya berdasarkan Bible. Secara harafiah, dua orang kristen dapat mempunyai pandangan berlainan dalam pengertian terhadap suatu ayat dan nats. Dus, dalam arti, Bible dapat ditafsir dalam beberapa versi, sehingga untuk menjadikan Bible sebagai "Ultima Lei" (hukum utama) yang eksak secara logika sudah bersifat sumir (hablur).

Dalam pandangan saya Bible adalah buku panduan untuk merujuk, bukan dasar hukum Kristen. Saya kira disini letak perbedaannya. Secara filosofis, apa yang dalam Bible adalah ajakan dan anjuran bukan aturan yang mengikat. Submissions (penundukan diri) terhadap ajaran kristen tidak dapat diartikan sebagai ekuivalensi gambaran strictness atas Lex Dei (Hukum Tuhan).

Secara jujur, dengan rendah hati saya juga menyampaikan bahwa pandangan saya dapat juga bias. Barangkali ada beberapa kata yang tidak sesuai dengan konteks di Indonesia. Maklum saya dibesarkan di US sehingga kami sering menyatakan pendapat seperti apa adanya tanpa tedeng aling-aling. Tetapi secara fair dapat menunjukkan dasar argumen sebelum menyatakan pendapat.

Sehingga dalam kaitan terhadap kedua tokoh tersebut, saya masih dalam stance saya. Harapan saya, marilah kita melestarikan adat batak sebagai suatu warisan budaya yang utuh. Sebagai kekayaan tidak ternilai yang justru diharapkan tidak ter-fragmentasi oleh pandangan interpretasi secara personal dari kalangan agamais.

Jika kata F**k telah dianggap sebagai tindakan kurang hormat, saya dengan jujur menyatakan maaf bagi yang tersinggung. Hanya saja tetap tidak merubah pandangan saya atas accountability kedua tokoh tersebut.

Mardongan Holong,
Humphrey H Samosir.

Kado berbentuk Burung

$
0
0
Beberapa hari berselang ada kejutan manis. Kenapa saya katakan kejutan, karena saya tidak menyangka kalau dalam rentang waktu yang sedemikian singkat (sebelum masanya) saya sudah dikirimi peliharaan baru berupa burung.

Burung apaan tuh..??

Burung kado tersebut bukan sejenis burung Kutilang, atau burung Beo, tetapi burung Elang. Sudah begitu sepasang pula. Ala mak... musti berapa keluar duit buat beli kerangkeng atau sangkar burung tersebut.

Bah... sempat pula pikiran awak ini melayang sambil ngeri-ngeri sedap. Pasalnya, kalau dapat kiriman burung, jangan jangan nanti kena "flu-burung" pula. Apalagi kiriman tidak ada sertipikat vaksinasi dari dinas terkait.

Ternyata setelah dibuka kiriman berupa metal plate yang dicetak berbentuk burung elang. Bentuknya seperti ini:











Satu buat di bahu kiri yang lain buat bahu kanan. Lumayan lah, dengan pasang tanda burung berarti tambah pula beban tanggung jawab. Kalau burung elang asli mungkin bebannya tidak begitu berat, nah yang ini walau kecil bebannya berat sekali. Karena memanggul sebanyak 3000 orang anggota, belum lagi keluarganya dan peralatan yang terkait didalamnya.

Semper Fi,


Ngarso Dalem Nyalon (1)

$
0
0
Dalam fragmen imaginer berikut, ada baiknya kita mundur ke belakang sedikit. Sambil mencermati fenomena baru tentang Ngarso Dalem yang telah bersedia untuk dicalonkan sebagai Presiden Republik Indonesia dalam pemilihan mendatang.

Sebagai seorang Jawa imaginer dengan nama lik Suroto, saya membayangkan sebagai seorang Jawa abangan yang sedang duduk di dalam sebuah warung di perempatan jalan depan pasar Prambanan, diseputar pertigaan terminal. Duduk diantara kursi kayu menghadap secangkir kopi, yang dicampur tumbukan jagung sangan (jw: dibakar hingga karbon) agar murah meriah, maklum kopi dari warung kelas dukuh Cangkiran ini jangan dibandingkan dengan Starbucks. Tetapi boleh disetarakan kenikmatannya beranjangsana dan bercengkerama bersama handai taulan. Dengan santai mengangkat sebelah kaki keatas kursi (jegangan).

Disapa beberapa kerabat seperti Subandi, kang Parjiman, mas Cokro, dik Kimpling dan Yu Juminten. Berhubung masih pagi, namanya orang cangkruk-an
(santai di warung) diisi dengan diskusi tentang pencalonan Sri Sultan menjadi petinggi negara.

Sruputan kopi panas terdengar bersahutan disertai renyahnya bunyi kunyahan rempeyèk kacang, sebagian mulai menyulut rokok keretek. sebelum mas COKRO memulai dengan bertanya: "Mas, sampean semua sudah dengar bahwa Ngarso Dalem sudah bersedia dicalonkan jadi Presiden".


BANDI: "Hwalaaaah... boro-boro moco koran kang, lha wong saya baca koran itu kalau nemu
(dapat) koran di emperan kok. Tapi saya sudah dengar dari para bakul di dalam pasar tadi."

KIMPLING: "Kere kok dipelihara tho mas..!! Mbok sing sergèp (rajin) moco koran."


BANDI: "Woo ... lha dapur-mu amoh (pejal) kui."

MAS BEI dengan gaya priyayi: "Para sedherek sekalian, saya sangat setuju dan mendukung kalo Ngarso Dalem menjadi Priyagung di Jakarta, memang wawasan beliau sungguh cocok sebagai pemimpin."

YU JUMINTEN sambil melayani pelanggan warung menyela: "Nuwun sewu... saya mendukung siapa saja yang dapat memajukan rakyat seperti saya, supaya tidak megap-megap kelèlèp akibat harga naik terus. Padahal langganan banyak yang ngutang", sambil melirik kang Parjiman.


PARJIMAN: "Yu.. sampean itu mbok jangan ngece
(mengejek) tho..!"

Lik SUROTO: "Kalau saya, mencalonkan Sinuwun supaya status DIY tidak diblejèti (ditelanjangi). Status Ngarso Dalem bagi rakyat khan sudah menetap, sebagai Sri Sultan merangkap sesepuh bagi masyarakat Jawa. Itu sebabnya dinamaken Daerah Istimewa Yogyakarta. Mosok to ada orang usil dari Jakarta yang menyindir Kanjeng Sinuwun sebagai Gubernur seumur hidup.

mas COKRO menyela: "Saya mbalah menyayangken kalau Ngarso Dalem jadi Presiden. Karena dalam pandangan saya perbawa beliau jadi menyurut.

lik SUROTO: "Iya mas sampean betul, saya setuju kok, lha beliau itu Kanjeng Ratu ingkang jumeneng ing Ngyogjakarta bersama tatakramanya. Disitu terletak pautan interaksi antara sesama manusia Jawa, budaya Feodal masih terasa kental. Apalagi beliau sebagai Sayidin Panatagama, yang dapat diartikan sebagai pemuka agama. Semua agama termasuk Kejawen. Disana ada hubungan transenden, hubungan mistis yang bertingkat antara Kawula dan Bendoro-nya".


Perbincangan diatas sangat menarik karena adanya riak dalam kalangan masyarakat jawa abangan tentang pencalonan jujungannya menjadi orang nomor satu di Republik. Para kawula alit tersebut justru menyayangkan kesempatan untuk melambungkan posisi Sri Sultan melulu akibat pelebaran sudut pandang yang menempatkan Ngarso Dalem (in persona) menjadi diluar konteks khazanah Jawi.

Di indonesia paham Feodalisme memang sudah menyurut apalagi semenjak lahirnya Republik dari perjuangan panjang. Tetapi masyarakat masih menyisakan rasa hormat kepada simbul simbul yang melambangkan identitas sebagai masyarakat Jawa.

Secara harafiah, memang banyak yang menyayangkan pencalonan tersebut. Sekalipun hal tersebut merupakan hak pribadi, tetapi ada bagian Sri Sultan adalah milik para kawulanya. Terlepas dari tipisnya kemungkinan untuk terpilih menjadi orang nomor satu di Republik, pencalonan ini dipandang banyak kalangan justru sebagai tindakan kontra kultural yang nantinya berdampak pada pengikisan moral ajaran Jawi.

(bersambung)

Ngarso Dalem Nyalon (2)

$
0
0
Bagi sementara kalangan mungkin sudah banyak yang mahfum akan ucapan Sri Sultan, tentang kebutuhan Republik Indonesia secara sangat mendesak. Yaitu seorang Pamong dan bukan seorang Manajer. Letak perbedaan dari keduanya adalah tingkat kepercayaan bagi lingkup kawula yang dipimpin. Sebagai seorang manajer, menurut beliau adalah melaksanakan perintah "juklak" (petunjuk pelaksanaan) maupun berorientasi kepada objektifitas yang kadang berseberangan dengan harapan kaum yang dipimpin. Sebaliknya pamong adalah seorang pemimpin yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyatnya secara material maupun spiritual.

Sri Sultan Hamengku Buwono X, seperti yang diberitakan
Media-Indonesia bahwa beliau akan maju capres 2009 nanti dengan mendaftar nama sebagai Hamengku Buwono. Bukan dengan nama kecil beliau Herjuno Darpito.

Terlepas dari ungkapan yang tidak tersirat diatas, penggunaan nama tersebut akan berdampak besar baik positif maupun negatif terhadap singgasana dan persepsi masyarakat Jawa. Positif karena dengan nama tersebut memiliki perbawa dan wibawa besar yang dapat membawa support. Negatif jika tidak cukup dukungan partai politik maka kawruh kanjeng Sri Sultan akan berkurang dimata rakyatnya.


Iseng iseng, Lik SUROTO (
saya sebagai seorang Jawa imajiner) mengurutkan beberapa kata pini-sepuh (tetua adat) serta bermodalkan Baboning Kitab yang dalam khazanah Kejawen disebut Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.

Menurut dhalem-nya lik Suroto, yang menjadi "peramal partikelir" kecil kecilan kelas kroco-mumet. Dengan metode gathuk-gathukan (canda: dihubung hubungkan), saya memperoleh penerawangan bahwa Kanjeng Sinuwun lahir pada tanggal 2 April 1946 Masehi yang bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir 1365 Hijriah, atau 29 Bakdo Maulud 1877-Jimawal tahun Jawa. (pen: semua data dapat dicari dengan hitungan Matematis).

Data diatas menurut primbon didapati ternyata Sri Sultan mempunyai weton Selasa Wage, dengan Pancasuda sebagai Waçesa Sègara, Rakam: Mantri Sinaroja, Paarasan: Lakuning Bumi.

Dari metode gathuk gathuk-an tersebut
Waçesa Sègara lebih jauh dapat disimpulkan bahwa Kanjeng Sinuwun sebagai seorang pemimpin mewakili rasa suka menolong dan pemaaf. Yang merupakan akibat (Mantri Sinaroja) berupa perolehan kemulyaan, kemampuan menjalankan tugas walau sedikit angkuh. Bagaimanapun tugas beliau nantinya diharapkan dalam memimpin memiliki rasa Melindungi, Mengasuh, Sabar dan Mengalah.

Yang mungkin perlu diperhatikan adalah Sadwara dibawah pengaruh Paningron (ikan) yang artinya beliau akan sering kena tipu oleh orang dekatnya.

Menurut pakem pewayangan, seorang pemimpin harus bersifat sebagai seorang pamong yang tidak lain adalah seorang abdi bagi rakyatnya. Ini penting, dimana karakter seorang pemimpin perlu mengejawantah dan bersatu dalam harapan harapan para kawula alit yang di-emban.

Dengan prinsipil "mangan ora mangan asal kumpul" dimana yang dimaksud dengan kumpul itu adalah sehati dan sepikiran, dengan wawasan semangat saling teposeliro membentuk Toto Tentrem Karto Raharjo diharapkan akan melangkah dengan pengharapan menuju kondisi Republik yang Gemah Ripah loh Jinawi.


(bersambung)


Catatan penulis:
Poro sedherek ingkang minulyo, menawi wonten tumindakipun kawulo ugi bab ingkang lepat, kesuwun Samudraning Pangeksani.
Matur Sembah Nuwun.

Tanggapan Adat Batak dan Agama oleh ito Ilir Sipayung

$
0
0
Rupanya banyak tulisan saya tentang adat batak (katagori "batak") serta semaiannya banyak mendapat tanggapan dari berbagai saudara dan handai-taulan baik dari Indonesia maupun dari berbagai negara lain. Keunikan dalam membicarakan adat ini sangat terasa, terutama setalah menyadari bahwa yang membawakan pokok tema adalah seorang batak yang sudah tidak lahir dan besar ditanah asalnya. Melainkan dibahas oleh seorang yang berkewarganegaraan serta lahir dan besar di tanah asing.

Ada sebuah tanggapan lagi yang bagi saya cukup menarik, mengingat tanggapan ini disampaikan oleh ito Ilir Sipayung yang sering muncul dan memberi tanggapan di blog HBH ini. Dikemas dengan alur yang santun dan banyak tersaji kenyataan yang diakibatkan oleh prosesi adat batak di jaman modern ini. Yang wajib dijadikan kerangka acuan berpikir dalam mengembangkan dan menurunkan pusaka ini kepada keturunan kita semua selaku bagian dari masyarakat Batak.

A special appreciation is bestowed upon her for she is the first person to name this blog HBH. Me think it's kinda cute.. two thubs up for you ito !!

Horas Ito….
1.Saya tertarik mengomentari ttg adat batak. Jujur Ito, sebelum kenal blog HBH ini saya termasuk orang yang gak terlalu interest dgn adat batak berhubung ribet, jelimet & wasting time ( very much). Sampai2, dulu saya pesen ke Ito2 saya (3orang), berhubung Bapak saya dah almarhum & kami gak terlalu dekat ke keluarga pihak Bapak, maka agar simpel & agar saya sebagai kakak tertua yang dlm paradaton posisinya adalah sebagai boru bisa turun tangan maka saya pesen ke mereka agar cari isteri dari suku lain saja. Krn klu dapat orang batak, urusannya pasti lain & saya sebagai boru pasti gak boleh “maju” dalam “paradaton”. Daripada nanti salah2 & gabe sihataon dan dibilang dang maradat. Secara… kami adalah dari Simalungun yang menurut bbrp oknum katanya dang maradat hanya karena bawa manuk na diatur I/O pinahan tu jabu ni tondong, makanya saya pesen begitu. Tapi stlh saya baca blog HBH ini saya jadi tercerahkan,dan setuju dengan posting Ito: Daddy menjawab bahwa kita harus bangga dari mana kita berasal. Dan menunjukkan bahwa kita orang beradab yang mengerti dan dapat saling menghormati dan Martua (dihormati) dalam Paradaton. Bukan keturunan "HATOBAN" (budak atau haram-jadah). Hingga akhirnya saya mer-revised pesan saya tadi kepada Ito saya yang bungsu,tinggal dia yang belum nikah, untuk sebaiknya klu bisa,yah mangalului boru batak sebagai isterinya. Stlh yang ke2 & Ke3 marboru:Jawa & Chinese. Urusan siapa yang maju dalam paradaton, urusan nanti…ha..ha..

2.Namun,masih ada ganjalan di hati saya ttg adat batak.
Misalnya:
a. Penyampaian hata dlm acara2adat, yang terlalu bertele2 padahal yang disampein itu2 juga,yang menurut saya hanya karena personal nya yang ingin menonjolkan diri sendiri dan tidak mau diwakilkan,sementara yang dengerin udah butek.
b. Keinginan untuk “show up”, dengan dalih agar terlihat “tama” & “sangap” katanya.Dengan kata lain bhw orang yang “gak punya” dianggap gak ada.Dan membuat yang gak punya jadi minder untuk terlibat dalam paradaton.

Ini pernah ada kejadian thd eda saya,hanya karena adiknya mau “mangadati” sementara dia blm “diadati”.membuat dia malu & kepikiran terus krn merasa gak punya harga diri & posisi dlm paradaton,stress berat dan akhirnya meninggal sementara anaknya masih kecil2.
Maka harapan saya,yang saya sampaikan melalui blog ini,krn saya liat banyak pembaca blog ini yang “halak hita” yang notabene adalah generasi penerus dalam “paradaton halak batak” agar :
Agak lebih kompromistis & flexibel,dalam artian tidak egois dlm mempertahankan pakem2 paradaton.Sehingga generasi sekarang gak alergi untuk terlibat dalam paradaton.
Menghargai orang lain bukan semata2 krn apa yang dia punya tapi dengan landasan kasih untuk menghargai orang lain.

Klu bisa,ini klu bisa…agak2 sedikit meng-amendment adat2 batak&menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi yang ada.Ambil contoh dlm acara perkawinan,agar waktu bisa lebih dipersingkat mulai dari proses marhusip,martonggo raja,apalagi pas acara puncaknya.Pesta pernikahan mulai dari jam 6 pagi selesai tuntas tas…tas itu sampai malam hari menurut saya perlu ditinjau ulang.

Demikian ito, semoga berkenan untuk memberikan ruang bagi comment saya.

Horas
Note:Sorry klu ada istilah2 yang tidak pas penulisannya.

Salah satu tujuan blog ini adalah brainstorming tentang ikatan kekerabatan bagi kita orang batak utuk dipetik hikmahnya (LOL). Juga sebagai anjangsana bagi masyarakat kita batak untuk mengkaji ulang pusaka nenek moyangnya.

Mengenai ganjalan Ito seperti yang diungkap, memang saya mengerti dan dapat merasakan. Jangankan di Indonesia, di US pun lebih gila lagi. Dimana mencari "namargota"? Atau mencari darah untuk dimasak menjadi saksang. Terpaksalah impor, entah itu dari Mexico atau dari Hawaii yang kebetulan menyediakan sajian yang mirip dengan masakan namargota.

Seperti jawaban saya kepada tanggapan lae Iwan di posting lain, dengan rendah hati saya boleh katakan bahwa, sebagaimana rumitnya untaian adat Batak sebenarnya menawarkan banyak opsi yang sangat practical. Hanya saja dalam beberapa hal dengan jujur saya setuju bahwa konduitas perorangan akan sangat berpengaruh disini. Artinya orang orang yang ikut bermain didalamnya banyak mempengaruhi dan meminimalkan pilihan yang sebenarnya tepat bagi si-pejalan adat. Misalnya dengan mempersulit sebuah acara karena dalam acara tersebut pihaknya dirasa kurang mendapat cukup hormat. Atau hal hal lain yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan kompromi.

Jadi akar masalahya sudah berpindah dari persepsi personal bagi entitas yang terkait dalam upacara adat. Penekanannya bukan lagi pada efek output ikatan persaudaraan dalam adat. Itulah sebabnya banyak adat batak sekarang sudah menjadi momok yang menakutkan dan berat di ongkos bagi sementara kalangan yang akan menyelenggarakan.

Secara komprehensif dapat kita katakan bahwa essensi adat batak sekarang sudah kehilangan roh (jiwa) yang dulu diamini. Roh yang merupakan akar persatuan dalam persaudaraan yang kental. Intinya, adat batak sudah kering dan tidak lebih dari ceremonial. Dimana letak kesalahannya?

1. Tidak ada rasa saling memiliki
2. Bersifat "paksaan" (baik bathin dan finansial)
3. Pelaku adat pun sudah banyak yang tidak tahu asal-usul serta tujuannya. Sehingga seperti penonton TV menonton acara yang tidak dipahami, misalnya begitu.

Akibatnya BOOOOOORING...!!(ha..ha LOL)

Waktu kami menikah dulu saja hingga kalang kabut mencari pemecahan setiap lingkaran acara. Pihak paranak (mempelai lelaki) memiliki banyak peserta, demikian juga parboru (mempelai putri) yang keluarga dekat diundang dari Indonesia, walau tidak semua dapat hadir karena sulitnya mengurus visa B1/B2 (visitor) ke Amerika waktu itu. Untunglah keluarga inti memperoleh dispensasi percepatan visa turis dari dinas US Immigration akibat jaminan Daddy.

Yang lucu pula, acara disiapkan dalam dua tahap. Karena saling "kompromi" dengan hula hula dan kerabat lain maka acara pernikahan resmi diberkati di Gereja Katholik di Santa Barbara California. Akibat masa pendidikan militer yang sedang berlanjut dan tidak boleh ditawar maka kami terbang ke Quantico, Virginia. Disana untungnya sudah banyak famili dari marga kami berdua, serta saudara yang datang dari California turut meramaikan, ditambah lagi beberapa saudara yang datang dari jauh seperti Colorado, Florida, Texas dan mayoritas dari New York dan lain lain melengkapi berkat dalam acara tersebut.

Tidak kurang bapak saya juga mengakui bahwa ulaon adat membutuhkan curahan pemikiran yang luar biasa dahsyat. Setiap hari beliau menyisakan waktu yang cukup untuk memikirkan masalah tersebut dan menelaah ulang apa apa yang sudah terkoordinir delapan bulan sebelum acara.

Jadi sekali lagi sebenarnya ada jalan dan upaya untuk "merampingkan" ulaon adat tanpa bersifat "mengebiri" sehingga seremonial tersebut masih memiliki keindahan untuk dinikmati. Pada prinsipnya ulaon adat yang selalu menjadi momok adalah posisi suhut (yang mengadakan acara) relatif terhadap adat itu sendiri. Dalam acara marhusip dan martonggoraja tentunya sudah menggarisbawahi kedua pokok masalah diatas, yaitu merampingkan dan kompromitas tiap tiap pihak yang terlibat dalam kesatuan persaudaraan. Di fase inilah menurut saya banyak terjadi friksi benturan antar kepentingan pribadi. Benturan yang mana akan menjadi corengan dan sumber tuduhan bagi sementara orang untuk menudingkan jari terhadap adat batak sebagai pesakitan.

Bagi kita masyarakat muda Batak, sebaiknya kita jangan alergi dulu terhadap adat batak. Janganlah kita dudukkan adat sebagai momok bagi masa depan kita. Secara gurauan, saya akan "menantang" untuk belajar dulu untuk mengerti dan memahami adat batak sebelum menuntut bahkan mencap warisan leluhur ini sebagai penghambat kemajuan.
Bukankah jika dalam suatu acara kebaktian kita tidak mengerti nats atau tema yang disampaikan, kita tidak akan menangkap intisari maksud yang disampaikan dan terkesan membosankan?

Barangkali masalah sebagai berikut akan menjadi pemikiran kaum muda batak untuk selanjutnya. Jika kita kurang memahami adat batak, bagaimana kita akan meneruskan keketurunan kita? Lantas apa yang akan dipetik bagi keturunan berikutnya... selanjutnya... dan seterusnya. Bayangkan abrasi tiap generasi pasti akan menghasilkan negasi pranata awal sebuah khazanah adat leluhur.

Alangkah pedihnya jika beberapa generasi mendatang, adat batak hanya dapat dipelajari dari risalah dan artefak di musium musium di luar negeri pula. Seperti halnya pustaha batak, buku bertuliskan aksara batak ini sudah punah dinegerinya sendiri, bahkan orang batak yang dapat membaca huruf batak dapat dihitung dengan jari. Dimana artefak tersebut? Di musium belanda, Inggris, Jerman, US dll.

Bukankah dalam 10PA ditegaskan "Ingkon pasangaponmu do natorasmu" atau diartikan bahwa kita harus menghormati orang tua. Dalam kacamata saya, menghormati orang tua dan juga leluhur adalah dengan meneruskan usaha jerih payah para leluhur dalam mentransfer adat kita batak kepada penerus selanjutnya.

Sada silompa gadong dua silompa ubi,
Sada pe namanghatahon Sudema dapotan Uli.

Napuran tano-tano
Rangging marsiranggongan,
Tung pe badanta halak batak on padao-dao
Sai anggiat ma Tondinta marsigomgoman.

Horas

Obama mulai menuai Badai

$
0
0
Terpilihnya presiden berkulit hitam pertama Barack Obama (Dem) di US adalah suatu sejarah tersendiri bagi sebuah negara seperti America. Fenomena ini merupakan kulminasi tentang perjuangan minoritas dalam lingkungan yang tadinya hanya dikenal sebagai WASP (White Anglo-Saxon Protestant).

Terlebih lagi sebagian besar masyarakat America maupun dunia, menganggap bahwa dengan terpilihnya Obama maka akan ada angin segar setelah US melibatkan diri kedalam War on Terror yang dicanangkan oleh pendahulunya George W. Bush (Rep). Perang yang mana dituding sebagai penyebab berbagai kekacauan baik politik, ekonomi, infrastruktur maupun agama. Lebih dalam, perang on terror diejawantah secara dangkal sebagai perang terhadap idiologi Islamiah.

Berbagai kalangan yang tersudutkan berusaha mencari alternatif jawaban setelah dua kali periode Republican yang mengusung Presiden Bush berkuasa menabalkan GWOT di dua front utama dan beberapa front kecil lainnya, seolah mendapat angin segar dengan berakhirnya masa kabinet Republican. Democrat akan mengisi gedung putih dan Senat majority. Sementara kalangan menganggap bahwa ini pertanda baik karena banyak yang ditawakan oleh kandidat Democrat waktu itu.

Muda, enerjik, berpendidikan dan dari "kalangan kebanyakan" akan merupakan contoh panutan yang akan diritu sebagai idola baru oleh berbagai negara. Disamping itu, yang paling utama adalah "faktor kedekatannya" terhadap Islam dan negara dunia ketiga seperti yang selama ini ditengarai. Bahkan sempat dikabarkan kalau tidak salah oleh CNN dan AFP bahwa Taliban dan Al-Qaeda, Syria, Iran, Sejumlah negara teluk, African countries yang tertonjok oleh kebijakan Presiden Bush mendukung dengan keras agar Obama terpilih, mengingat kebijakan Obama yang akan mengurangi anggaran pasukan US serta mengurangi budget perang GWOT.

Khusus untuk Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar didunia, seorang HNW pun mulai berpesan untuk titip ini dan itu, serta (in sic) "jangan lupa terhadap Indonesia yang dulu pernah menampungmu". Dikutip dari harian KOMPAS beberapa minggu lalu. (smile)


Apa lacur? setelah Obama terpilih, kalimat pertama yang muncul adalah pengurangan pasukan di Iraq karena dianggap sudah saatnya Iraq mandiri, sehingga pasukan dan perangkat kerasnya akan dipindahkan ke Afghanistan untuk "melibas" insurjensi disana. Jelas hal tersebut disambut pedas dan meradang oleh Taliban dan Al-Qaeda. Tidak kurang orang nomor dua bin Laden yaitu Al-Zawahiri mulai angkat bicara.

Perhatikan yang dicetak tebal. (AFP "US condems Al-Qaeda Obama insult", Nov 20-08)

WASHINGTON (AFP) — The United States on Wednesday condemned Al-Qaeda number two Ayman Zawahiri for calling US president-elect Barack Obama a "house negro," saying it exposes his terrorist group's anti-democratic values.

"It's just, you know, more despicable comments from a terrorist," State Department spokesman Sean McCormack told reporters when asked to comment on the remarks.

"And if anybody needed ... more of a contrast between what ... the West and the United States stand for, in terms of democracy and what these terrorists stand for, I don't think you need to go any further than those comments," he said.

In an Internet audio message, Zawahiri insulted Obama and other black Americans who have held high office in the US administration with the term used by the late black militant leader Malcolm X.

"It is true about you and people like you ... what Malcolm X said about the house negroes," he said, naming former secretary of state Colin Powell and the current secretary, Condoleezza Rice.

An English transcript of the speech purportedly by the Al-Qaeda number two was provided by Al-Qaeda's media arm As-Sahab.

The tape features an old speech by Malcolm X in which he used the two terms, referring to house slaves who were considered more docile and on better terms with their masters than the field slaves.

On the political front, Zawahiri said: "What you have announced before ... that you will withdraw (US) troops from Iraq (and send them) to Afghanistan is a policy that is doomed to failure ...

"If you still want to be stubborn about America's failure in Afghanistan, then remember the fate of (US President George W.) Bush and (Pakistan's former president) Pervez Musharraf, and the fate of the Soviets and British before them."

In the message made available by SITE Intelligence Group in the United States, Zawahiri warned Obama of a "heavy legacy of failure" awaiting him in office.

Padahal beberapa bulan berselang kata kata cinta dilayangkan oleh kelompok ini untuk "merestui" presiden terpilih, seperti yang diberitakan oleh Al-Jazeera english edition Mar-08 lalu. Maupun seperti yang dibicarakan antar Blogger-pundits di internet.

Pernyataan Al-Zawahiri ini ibarat mencurahkan cuka ke atas luka lama. Satu mengatakan Obama sebagai budak penerus kebijakan tuannya seperti tokoh kulit hitam lain Condoleezza Rice dan Collin Powel. Kedua menyakiti kaum kulit hitam dengan mengatakan "negro".

Genderang perang sudah mulai tertabuh kembali, apakah situasi ini akan menjadi momok bagi pemerintahan Obama nantinya. Atau seperti yang diharapkan oleh beberapa kalangan US bahwa dengan "darah muda" Obama akan menjawab tantangan tersebut tidak tanggung tanggung untuk melibas habis gerakan insurjensi di Afghanistan.

Apakah hal ini juga berkaitan dengan perintah Commandant untuk menarik kakuatan US Marines di Iraq untuk di konsentrasikan ke Afghanistan.

Jadi ingat gurauan Warkop: "Masih gila... masukkan lagi !!

Christmas, Where have I been?

$
0
0
Sebagai seorang yang beberapa tahun belakangan ini dihabiskan di daerah lain akibat tugas, saya sangat kehilangan nuansa Christmas di US. Kerinduan akan masa kecil yang sangat terasa manis, dan dimana mana beraroma cinnamon mulai dari eggnog hingga pumpkin pie, dari hiasan pohon natal hingga hot chocolate.

Biasanya keramaian sudah terasa sejak Thanksgiving, lalu dilanjutkan season prelude menyambut musim dingin. Cuaca mulai meredup dan sore datang lebih cepat dari musim sebelumnya. Hiruk pikuk orang orang yang mulai berbelanja baik kebutuhan kini maupun rencana untuk pengisi kado kepada siapa siapa yang akan diberi. Sedemikian sibuk sehingga terkadang mereka melupakan hakekat dari penghujung era tersebut.

Bagi saya yang sejak lahir dan dibesarkan didaerah yang cukup kental ke-Kristenan-nya di Santa Barbara, masa masa ini merupakan masa yang paling manis untuk dikenang kembali. Terlepas dari konotasi beberapa lapisan antar lintas agama maupun paham di US, bulan December terutama menjelang tanggal 25 adalah tetap dianggap Federal Holiday. Sehingga apapun agamanya maupun pahamnya, dalam interaksi sosial terutama kepada keluarga, sanak famili terdekat selalu menggunakan pendekatan formal kebiasaan yang sudah menjadi comfortable.

Mama almarhum dan daddy sibuk mengurus perlengkapan, terutama mama dan namboru (tante) yang selalu menyempatkan diri untuk membuat kacang goreng serta makanan kecil lainnya. Sembari menyiapkan gorengan dan menunggu cake di oven, mama bercerita tentang masa kecil beliau di Indonesia terutama di Solo saat beliau masih kecil. Sesekali daddy juga menambahkan cerita beliau dari dunia yang berbeda saat beliau dibesarkan di Sumatra.
Entah karena suasana dapur yang beraroma manis akibat cake dalam oven maupun kacang goreng, membuat saya dan adik menjadi terhanyut dalam cerita yang disampaikan. Belum lagi terkadang dering telepon yang mengganggu disela sela cerita. Hal itu tidak membuat perhatian kami menjadi kendor, bahkan sering mendesak kelanjutan cerita.
Sungguh suatu kenangan yang amat berharga.

Tahun ini, perayaan Natal keluarga merupakan hal yang luar biasa bagiku. Karena tahun inilah saya dapat merayakan bersama keluarga dan kerabat. Setelah lima tahun kebelakang, setiap perayaan saya selalu berada di tempat yang jauh, terutama ditempat yang banyak memancing pemikiran panjang tentang nilai nilai manusia baik di Iraq, Afghan maupun daerah lain.

Dalam ruangan kerja saya di rumah, kemarin saya mendengar Christmas carrol dibawakan oleh Nat King Cole yang secara classic dan manis dengan lantunan:

O come, all ye faithful, joyful and triumphant,
O come ye, O come ye, to Bethlehem.

Come and behold Him, born the King of angels;


Adeste, fideles, laeti triumphantes;

Venite, venite in Bethlehem.

Natum videte Regem angelorum.


Refrain

Venite adoremus, venite adoremus,

Venite adoremus, Dominum.



Lima tahun yang cukup intens, yang membuat saya menjadi mati rasa terhadap memori masa kecil. Yang merupakan rasa paling bahagia dalam perjalanan hidup seseorang dalam perjalanan hidup kedepan.
Padahal memori inilah yang menjadikan penyimbang antara cabikan cabikan kenyataan yang secara kejam menikam khazanah berpikir jika seseorang mulai beranjak dewasa, apalagi yang talah melalui asam garam dan pahit getir kehidupan. Orang tersebut hanya mampu melihat hitam putih suatu masalah secara logis.

Suatu sisi lunak dari orang yang sering menjalani laku hidup secara keras dan Spartan, sungguh memerlukan pemerenungan yang panjang antara melodi dan hakiki yang digambarkan dengan jitu oleh tembang :

Where are you Christmas
Why can't I find you

Why have you gone away

Where is the laughter

You used to bring me

Why can't I hear music play


My world is changing

I'm rearranging

Does that mean Christmas changes too


Where are you Christmas

Do you remember

The one you used to know

I'm not the same one

See what the time's done

Is that why you have let me go


Christmas is here

Everywhere, oh

Christmas is here

If you care, oh


If there is love in your heart and your mind

You will feel like Christmas all the time


I feel you Christmas

I know I've found you

You never fade away

The joy of Christmas

Stays here inside us

Fills each and every heart with love


Where are you Christmas

Fill your heart with love

Adalah suatu kegembiraan karena dalam perayaan tahun ini saya diberi kesempatan untuk merayakannya bersama keluarga di California.


Kepada seluruh sahabat yang kami hormati, terucap Selamat hari Natal dan Tahun Baru.

Kagem sedaya sedherek kang kinurmatan, Sugeng Natal ugi Sugeng Warsa Enggal.

Dihamu sude angka famili nami nang sude angka dongan, Selamat Natal dohot Taon naimbaru. Sai anggiat ma gonang holong dohot pasu-pasu ni Tuhanta sahat tu joloan on.

To all of our families and friends, Marry Christmas, and Happy New Year. May we have the love and bless of our Lord, now and years to come.

Con toda mi familias y amigos, Te deseo Feliz Navidad, y Prospero Año Nuevo.
A todos los que me han acompañado, mis mejores deseos para que pasen una muy Feliz Navidad en compañía de sus familias directas y extendidas y celebrando el espiritu Navideño al máximo.
De igual manera, que el próximo año 2009 sea un excelente año para todos ustedes, lleno de satisfacciones personales y profesionales, con buena salud, buen humor y cero estrés.

Salam dari kami sekeluarga,
Humphrey H. Samosir

Hail to the new Chief

$
0
0
Hari ini Selasa, tanggal 20 January 2009 United States of America telah mempunyai presiden baru yang ke 44 Barack Hussein Obama II. Yang diambil sumpah tepat jam 05.00 Zulu (military time) atau jam 09.00 pagi US Pacific Time atau jam 12.00 siang US Eastern Time. Walau agak sedikit tergagap mengatakan:

"I, Barack Hussein Obama, do solemnly swear that I will faithfully, execute the Office of President of the United States, and will to the best of my Ability, to preserve, protect and defend the Constitution of the United States. So help me God."



Kalau diperhatikan, mulai saat kampanye dulu hingga saat kemenangan atas McCain, Obama selalu menghindari nama tengahnya "Hussein" yang dianggap berkonotasi Timur tengah. Upacara protokoler kenegaraan pun selalu disingkat menjadi Barack H. Obama. Entah mengapa saat ini Obama menyatakan lengkap nama tengah tersebut.

Kemudian selayaknya sebuah negara besar dengan sejarah militer yang kuat, selesai pengambilan sumpah ini, secara traditional melalui Act of Congress 11 Juli 1798 sebuah military Orchestra dari United States Marine Bands yang dipimpin oleh Col. Michael J. Colburn, oleh President Thomas Jefferson (3rd US President) disebut The president's Own, akan melantunkan lagu tradisional US President inauguration yaitu Hail to the Chief.
Diikuti oleh US Army Herald Trumpets dan 21 salvo Howitzers Gun-Salute oleh 3rd United States Infantry Regiment (The Old Guard), yang dengan tegas membuka babakan baru bagi sejarah Gedung Putih maupun Amerika pada umumnya.

Yang menarik adalah dibukanya lembaran baru dari sejarah US sendiri, dimana presiden Obama adalah presiden US pertama dari kalangan kulit hitam. Merupakan sosok yang digantungi penuh harapan oleh para pengikutnya atau lebih tepat "penganut"-nya. Sosok yang merupakan pengejawantahan dari impian kaum kulit hitam yang dulunya merupakan korban segregasi dan seperti yang digambarkan oleh tokoh pendahulunya DR. Martin Luther King Jr dari Atlanta, Georgia. Jadi tokoh ini merupakan suatu jawaban atas segala hingar bingar yang telah terjadi saat ini.

Salah satu kalimatnya adalah: "Kami (US) tidak merasa bersalah jika kami menjalankan gaya hidup kami. Akan kami tawarkan tangan kepada kalian yang menginginkan kerjasama, dilain pihak kami juga akan menghantam kepada pihak yang berlawanan."

Suatu kalimat yang tegas dan in a business manner. Dalam rangkaian sambutan inaugural ini, banyak disinggung tentang keadaan yang terjadi nyata didepan mata. Bahwa dengan pre-kondisional saat ini US memandang kedepan segala tantangan dengan gaya dan pendekatan yang baru. Dan diharapkan merupakan solusi dari gejala yang sudah melilit.

Sebagai militer, saya dengan tegak dan crisp salute menyatakan "Hail to the New Commander in Chief".



Ulasan dari HABE

$
0
0
Tulisan menarik yang dibahas oleh rekan saya HABE yang juga seorang pemikir muslim di forum Superkoran.

Tanggapan tersebut ditayangkan berkenaan dengan diskusi saya dengan Jusfiq Hajar yang cenderung keras ala orang Sumatra. Intinya adalah mempertanyakan sejauh mana seorang tentara yang Jusfiq anggap sebagai seorang barbar yang tangannya berlumuran darah manusia. Merupakan ejawantah dari orang yang biadab secara per-se.

Dalam hal ini, dia menganggap bahwa sebaiknya dunia bebas militer, dan hanya dijaga oleh beberapa person yang mengawasi, ala utopi menurut Immanuel Kant dalam bukunya Zum ewigen Frieden (Perpetual Peace) tahun 1795.

Argumen saya justru memakai moral philosophy yang justru dijadikan acuan Kant dalam mengembangkan wawasannya pada Perpetual Peace. Dapat saya tunjukkan bahwa filsafat moral acuan Kant secara kontekstual sudah melenceng dari ground-worknya sendiri. Hal in dapat dibandingkan dari tulisannya yang terdapat dalam Grundlegung zur Metaphysik der Sitten (Grounding for the Metaphysics of Morals) 1785. Dalam penekanannya pada "Operation of the Human Will" yang dihubungkan pada "Perfectly universalizable Moral Law". Dilanjutkan pada tulisan Kant atas "Critiqe of Practical Reason" menjadikan moral Autonomy diletakkan atas azaz "God, Freedom and Immortality".

Kalimat argumen penutup saya yang justru membuat Jusfiq meradang adalah menyamakan terapan utopi ini yang dijalankan oleh orang orang yang menganggap dirinya sok "Humanis", sebagai ucapan seorang Hippies circa tahun 70-an sambil menghisap ganja.

Salah satu pola pokok yang tidak bisa disentuh oleh bangunan theori-nya adalah faktor manusia itu sendiri sebagai mahluk yang komplex. Manusia yang mempunyai nafsu baik angkara murka, birahi, dengki, dan greedy serta yang lain lain. Otomatis hal tersebut membuat gugur argumen bahwa manusia akan berlaku damai sentosa jika melaksanakan "Perpetual Peace".

Tanggapan berikut adalah ulasan yang dilakukan Habe yang juga orang kita Sumatra (Padang) dalam mencermati silang lidah antara saya dan Jusfiq Hajar.

Terus terang saya jarang kagum dengan orang Batak. Saya pikir sewaktu Tuhan menciptakan mereka, Dia sedang day dreaming lupa dengan hasil kreasinya ditangan sehingga beberapa malaikat mesti berteriak membangunkan. Akibat malproduk Allah ini, retorika dan volume orang Batak rata rata membuat gendang telinga manusia awam hampir pecah tiap kali mencoba berdialog secara manusiawi dengan mereka.

Ini bukan berarti saya anti dengan Batak. Orang Batak malah dekat dengan keluarga saya. Abang ipar saya bermarga Purba. Saya pernah pacaran 3 kali dengan wanita Batak ( 2 Nasution dan 1 Sitorus ) Dari ketiga cuma satu yang pernah menempeleng pipi Habe-Dan saya akui -Habe bangga pernah ditampar oleh seorang perempuan. Itu menandakan bahwa emansipasi berawal bukan dari R.A Kartini di Jawa tapi Debby Sitorus asal Sibolga.Debby- Seorang perempuan yang ogah berlembek lembek dihadapan tirani laki laki. Saya tidak tahu dimana dan bagaimana dia sekarang. Tapi saya selalu berharap jika Debby telah kawin, jika suaminya mulai macam macam dia tidak segan untuk menendang dan mengemplang sang Adam sialan.

Saya menulis ini bukanlah mencoba membangun persepsi jelek tentang suatu suku. Suku manapun anda berasal tidak jadi soal. Rasa kesukuan Habe sudah lama mati seperti baju yang sudah tidak muat lagi, saya telah masukan gudang dan tidak berminat untuk dikenakan kembali. Sebab kalau saya benar benar orang Minang yang rata rata self sentris, saya akan menolak misalnya kenapa di tahun 2008, tulisan Habe cuma berada di rangkin ke 6 yang paling banyak dibaca? Kenapa yang nomor satu penulis Jawa? Nomor dua juga? Dan lantaran rasa kesukuan yang tinggi saya tuntut editor superkoran lantaran tidak memasukan penulis Minang lainnya didaftar tersebut seperti Iwan Piliang.

Yang membedakan antara Batak dan Minang barangkali adalah latar belakang kulturnya yang seperti bumi dan langit. Batak tidak monochrome seperti orang Minang yang hampir semuanya Islam.Orang Batak banyak yang muslim, tapi orang minang yang nasrani cuma dalam bilangan helai rambut di kepala botak Edizal yang bisa dihitung oleh jari. Batak juga patriarchal tidak matriarchal seperti orang Padang. Dan lantaran varian itu barangkali yang membuat di seremonial di gereja HKBP adalah seperti menghadiri sidang di pengadilan dengan 100 pengacara. Sedang memasuki acara arisan keluarga Minang, seperti berada di tengah para profesional gossiper dan ahli pantun yang jika lebih dari sejam akan membuat urat sabar anda putus total.

Jelas tidak semua hal bertentangan antara Padang dan Batak. Kepala dan jidat mereka misalnya sama solid dan kerasnya. Debat antara Jusfiq dan HH Samosir di Forum adalah contoh bagus bahwa batok orang Sumatra tidak terbuat dari mentega. Lucunya Jusfiq yang sering memaki memainkan peran orang Batak yang hobby tembak langsung dan jarang basa basi. Sedang HH Samosir justru dengan secara santun melantun mencoba mempraktekan jurus ilmu Padang campur Jawa, tetap berada di jalur etika.

Saya jarang kagum dengan orang Batak.Tapi setelah mengamati perdebatan mereka, saya amat kagum dengan US Marine HH Samosir ini. Saya yakin sekali dia adalah orang yang baik dan humble. Analogi dia dalam berdebat teramat baik. Ketika si cerewet Jusfiq memaki dia sebagai pembunuh lantaran mau dikirim Bush ke Irak dengan simpel orang Batak ini bilang :

"Saya tidak perlu heran jika saya bertempur dengan pasukan Al Sadr. Alasan yang sederhana adalah membantu pihak yang ditindas Al Sadr, setelah mereka mengajukan permohonan resmi ke Red Crescent yang bekerja sama dengan Red Cross. Mereka adalah rakyat jelata Iraq yang sudah muak akan janji janji dari tiap golongan agama maupun antar kelompok lain yang bertikai. Rakyat jelata yang juga kaum muslimin inilah sasaran bom bunuh-diri dari Syuhada-nya Al "mookie" Sadr di pasar pasar tradisional"

Thats it! Sebuah statemen yang brilyan. Jelas nampak telanjang bahwa HH Samosir berniat baik menyelamatkan manusia innocent dan bukan mencoba membunuh orang awam di Irak. Maka lantaran pernyataan dia itu maka saya Habe dengan humble memaklumkan saya adalah salah satu fans HH Samosir. Saya akan menuntut Batak satu ini untuk membagi pengalaman dia di Irak dalam rangka menumpas kanker ganas di tubuh Islam di situs ini secepatnya. Dan saya ingin orang Islam bersama sama memberikan bintang penghargaan sejenis bintang Mahaputra atas jasa jasanya.

Jusfiq bukan saja irrational tapi kalah telak dalam berargumen dengan sang Batak. Jusfiq Minang kepompong yang bermimpi kelak menjadi kupu kupu nan cantik, dari perdebatan itu yang muncul cuma sejenis jentik jentik yang dilumuri tinja tanpa arti.

Mengakhiri tulisan ini saya cuma ingin minta pada pembaca Batak-jika bisa setelah saya selama ini punya kewarganegaraan Amerika dan Sunda, bisakah kiranya saya juga punya kewarganegaraan Sumatra Utara?

Januari 5, 2009

Habe

Terima kasih untuk bung Habe atas tanggapannya. Mudah mudahan saya dapat mawas diri dalam mengajukan argumen selanjutnya.


Sumpah Jabatan

$
0
0
Semalaman saya tersenyum senyum sat melihat kembali rekaman gedung Putih saat Obama dilantik menjadi Presiden oleh US. Chif Justice Roberts. Karena beliau yang digambarkan sebagai pembaharu dan lebih "tanggap" dan lebih cerdas dibanding dengan GW Bush ternyata juga sering keliru.

Contohnya, saat pengambilan sumpah tersebut sudah jelas bahwa dia wajib menirukan sumpah yang telah diatur dalam U.S Constitution. Dalam kacamata saya baik secara sipil dan militer, di US itu semua sudah maklum dan umum bahwa JEDA kalimat pertama dari "oath of office" selalu berada dibelakang "....do solemnly swear.

Misalnya dulu saat saya disumpah juga memakai format yang sama mulai saat sumpah officer pertama 2nd LT hingga kemarin COL. seperti contoh:

I, Humphrey Samosir do solemnly swear (JEDA)....

Demikian juga saya buka file dari White House, presidential inauguration hampir semua memakai jeda setelah kata "Swear". Seperti halnya Ford, Jimmy Carter, Reagan, George HW Bush Sr, Bill Clinton, George Walker Bush Jr, semua memakai jeda setelah kata swear.

US Constitution Article 2. sec-1, ayat 2 dengan tegas memberi format yang sudah baku dan dimengerti oleh anak anak sekolah mulai dari 3rd grader Elementary school di US. Demikian pula Obama saat pelantikan menjadi US Senator dari Illinois, format yang dipakai juga tidak berbeda hanya mengganti beberapa kalimat.

I (nama pejabat) do solemnly swear [JEDA] that I will faithfully execute the Office of President of the United States [JEDA] and will to the best of my ability [JEDA] preserve, protect and defend the Constitution of the United States. [JEDA] ..... so help me God.

Kalau dianalisa dari rekaman White House akan terlihat sbb:
Roberts: Are you ready to take the oath Senator
Obama:
I am
Roberts: I, Barack Hussein Obama…
(belum selesai jeda)
Obama:
I, Barack… (Obama sudah mulai menyerobot duluan)
Roberts: … do solemnly swear…
(Roberts berusaha menambahkan secepatnya)
Obama: I, Barack Hussein Obama, do solemnly swear… (yang diulang Obama kembali secara benar)
Roberts: … that I will execute the office of president to the United States faithfully… (Roberts keliru meletakkan kata "faithfully" yang seharusnya .... will faithfully execute....)
Obama:
… that I will execute… (kesalahan kedua, lupa dan mandek lalu sambil menunduk minta kejelasan)
Roberts: … faithfully the office of president of the United States… (
dengan gugup lalu Roberts mengulang secara benar)
Obama:
… the office of president of the United States faithfully… (Obama meniru kalimat sebelumnya yang salah sekalipun sudah diralat oleh Roberts)
Roberts: … and will to the best of my ability…

Obama: … and will to best of my ability…
Roberts: … preserve, protect and defend the Constitution of the United States.
Obama:
… preserve, protect and defend the Constitution of the United States.
Roberts: So help you God? ... (
Roberts bertanya karena tidak ada response dari Obama sesuai protokoler)
Obama: So help me God.

Keduanya telah melakukan kekeliruan, oleh sebab itu sehari berikutnya (jan-21) diadakan pengambilan sumpah ulangan dikalangan Gedung Putih yang dilakukan secara flawless yang dinyatakan syah oleh Constitutional Lawyers sebagai langkah pengamanan jika terjadi kemungkinan di-contested oleh pihak tertentu tentang keabsahan oath of office. Banyak juga kekeliruan yang seharusnya tidak terjadi seperti kata kata Obama dalam inaugural speech bahwa"

"Forty-four Americans have now taken the presidential oath....."

Padahal sekalipun dia adalah presiden yang ke 44, dia adalah orang ke 43 yang diambil sumpah. Kekeliruan ini akibat Presiden Grover Cleveland terhitung dua kali, karena Claveland adalah presiden yang ke 22 dan ke 24 mengapit Presiden Benjamin Harrison yang ke 23.
Jadi dalam hemat saya Obama masih belum mampu memainkan karakter kewibawaan seperti laiknya politikus senior.

Padahal fragmen yang dibawakan sudah tertanam disetiap benak dari anak SD kelas 3 diseluruh US. Apalagi yang melakonkan adalah seorang presiden terpilih beserta cheif justice.


Mudah mudahan tidak mejadi seperti peribahasa "Guru kencing berdiri murid kencing berlari." Lha melihat kejadian tersebut mungkin sang guru kencing sambil tiarap, sehingga menepuk air didulang terpercik muka sendiri. :-))


Semper Fi,

Emansipasi Wanita, Beer, Gay dan Talibanisasi.

$
0
0
Banyak masalah sosial yang sebenarnya tidak timbul ke permukaan, akibat terbukanya suatu peluang akan meng-akselerasi munculnya fenomena fenomena tersebut, sekalipun banyak tantangan baik secara sinisme maupun ancaman fisik.

Dua hari kemarin, saya menerima laporan tentang perkembangan baru di Iraq. Bahwa kondisi masyarakat sudah mulai mengarah ke gejala anarkis kembali. Tidak seperti biasanya, sekalipun berakibat yang sama yaitu tewasnya pihak sipil. Tetapi munculnya suatu fenomena baru dimana kumpulan masyarakat Gay, Lesbian yang "Out of The Closet". Kalau di US mereka dapat dengan bangga mengatakan hal demikian, bahkan dapat mengadakan parade tentang Gay Pride.

Akan lain halnya jika hal ini muncul di daerah yang justru tidak disangka dan istilahnya mungkin "jauh panggang dari api". Baru baru ini timbul gejala baku bunuh antar kelompok yang sudah kawakan yaitu antara Sunni dan Shiah. Tetapi kali ini mereka kelihatan seirama menghadapi musuh sosial yaitu munculnya gerakan kaum muda, wanita maupun gerakan kaum Gay yang semakin nyata.

Dua homoseksual, yang bernama Salim al-Bachar yang sering dipanggil Salima, beserta partnernya Rochim atau Rohana, yang sering bekerja di salon semalam ditembak point-blank dan di mutilasi kelaminnya, lalu dijejalkan kemulut yang kemudian dijahit. Sekilas seperti aksi terror oleh para mafia atau Los Angeles street gangster. Tetapi jika si korban di dahinya tertulis "Dajjal" atau "Khasiyy" atau "Mukhannath" yang ditujukan kelada kaum Gay beserta kutipan ayat kitab suci tentunya akan membawa fenomena ini ke dimensi lain.

Perhatian bukan hanya akibat terbunuhnya kedua orang tersebut, tetapi fenomena ini seperti merebak di kota kota besar bukan hanya di Iraq tetapi mulai merambat ke negara negara Islam. Gerakan reformis kaum muda yang terang terangan menolak gaya hidup totalitarian dengan menanggalkan jamis yang diganti dengan T-Shirt bertuliskan kata kata "mutiara". Bahkan kaum wanita mulai menanggalkan attribut burqa menggantinya dengan sepatu basket, jeans semi ketat dan jaket. Sebagian masih mengenakan tutup kepala dengan mengenakan topi atau baret, rambut seluruhnya dimasukkan kedalam sehingga tertutup topi. Bukan hanya dari kalangan terdidik dan kalangan elit tetapi sudah mulai membudaya ke kalangan bawah juga.

Beer juga bukan merupakan barang yang haram seperti sebelumnya. Sekarang hampir di tiap pojok swalayan terdapat tumpukan kaleng beer. OK... mungkin ini untuk konsumsi para "tentara infedel" di Iraq. Tetapi ternyata konsumsi justru dari kalangan Iraqi sendiri. Merknya juga bukan Heinneken, Budweiser, Samuel-Adams, Coors maupun beer papan atas. Juga bukan beer buatan Mexico seperti Tecatè, Corona, Sol, Dos Equis, maupun beer galon murahan Cerveza Cucapà. Tetapi justru beer asli Iraq lengkap dengan caligrafi bersangkutan. Seperti diketahui beer justru lahir di Iraq, yang saat itu disebut Mesopotamia. Bahkan dicantumkan dalam kode Hammurabi dengan tulisan huruf paku. Kemudian akibat arus dagang berkembang hingga ke Mesir dan Greek yang saat itu juga merupakan pusat kebudayaan besar. Banyak resep resep kuno bermunculan dalam bentuk mulai dari Ale hingga seperti rasa Malt maupun Root beer beralkohol.


Yang tak kalah seru adalah bangkitnya reformis women-power di dunia Islam merupakan ancaman serius bagi gerakan Talibanisasi dengan Syari'at Islam-nya. Dimana para wanita sudah mulai secara terang "mbalelo" (pen. Jawa: tidak patuh) kepada ketentuan tersebut. Sekalipun dengan ancaman maut. Tetap saja ada individu yang secara terang terangan berjalan dengan tanpa tutup kepala, make-up dan jeans ketat berjalan ke pasar. Bahkan tanpa kawalan kerabat dekatnya. Untuk menangkal tatapan nakal dan harassment para kambing bandot berjanggut, tentu saja dapat dikendalikan dengan camera-phone yang mererebak beserta pepper-spray yang laku bak kacang goreng.

Korban jelas banyak yang berjatuhan entah akibat pukulan, group-stoning, tembakan sniper maupun sengaja ditabrak saat menyeberang jalan. Tetapi membuat grakan ini semakin menjadi jadi, bahkan sudah menguat. Banyak kaum muda sekarang terang terangan mengaku bahwa mereka sudah muak dengan kaum Mufti dan Ulama. Bahkan beberapa kelompok sudah menyatakan perang terhadap pasukan Syari'at dari kalangan Sunni maupun Shi'ah dengan perlawanan senjata.

Sebagai epilog, saya hanya akan melayangkan pertanyaan kontemplasi, bahwa apakah tekanan berlebihan (fundamentalisasi) terhadap gaya hidup atas nama agama akan membawa dampak pelunturan drajad kepercayaan secara internal? Atau barangkali justru inilah fenomena yang dapat meredam atau yang sering disebut reverse-Talibanisasi di seluruh dunia?


Obama dan Nobel Perdamaian.

$
0
0
Mudah dipahami mengapa Presiden Obama terpilih untuk menerima hadiah Nobel. Kalau diperhatikan secara mendalam bebera bulan teakhir ini, kabinet yang dipimpinnya mengalami penurunan rating approval secara dahsyat. Tidak hanya Republican, Green party etc tetapi sesama Democrat pun sudah mulai mereview pandangannya terhadap "Hope" dan "Change" yang diusung oleh kabinet Obama.

Dua hal yang membuat tersandungnya kabinet Obama, yang juga merupakan pukulan telak atas apa yang diucapkannya sendiri saat putaran pertama semasa kampanya adalah Health-Care Reform dan tentang Iran/Afghan war. Sudah jamak para politikus ngemplang apa yang diucapkannya saat kampanye, tetapi dibandingkan dengan kapasitas dan effek yang dilakukan Obama terhadap prinsip hakiki partainya sendiri adalah pembunuhan terhadap karakternya sendiri.

Beberapa karakter pokok yang dicanangkan dalam paket khusus "Obama" sebagai
  1. icon pembaharu, pendobrak tradisi
  2. sebagai wajah ramah lingkungan bagi politik luar negeri US.
  3. sebagai penggagas dan messias dalam melintasi kemelut ekonomi US dan dunia.
  4. sebagai "moslem-savvy" bagi mayotitas negara negara Islam.

Saat ini, dua masalah utama tersebut sedang bergolak mendekati titik kritis bagi partai dan kabinetnya. Dua masalah inilah yang mengganjal kabinetnya dalam "menjual" karakter Obama. Musuh musuh politik dalam negeri juga telah banyak yang muncul ke permukaan seperti Glenn Beck, Larry Sinclair, Joe Wilson, Pat Boone, Jon Voight, Rush Limbaugh, Ann Coulter, Rupert Murdoch, Jesse Jackson yang mempercepat temaramnya icon "pembaharu" dan "harapan" seperti yang dipompakan oleh kaum Democrat.

Isu yang beredar saat ini adalah, atas advis Bill Clinton untuk membungkam musuh musuh Democrat dan menaikkan rating approval Obama saat ini adalah dengan menerima hadiah Nobel untuk perdamaian.

Smooth moves Mr President I drink to that...hear..hear !!

There is a smart joke yang saya nukilkan dari kolom Leslie Linthicum (Albuquerque Journal)

bertajuk "Candidates Woo Indians", 2003. tentang Obama saat kampanye.

Walking Eagle

Senator BARACK OBAMA was invited to address a major gathering of the American Indian Nation two weeks ago in upstate New York.

HE spoke for almost an hour on HIS future plans for increasing every Native American's present standard of living, should HE one day become the President.

HE referred to his career as a Senator, how he had signed 'YES' for every Indian issue that came to his desk for approval.

Although the Senator was vague on the details of his plan, he seemed most enthusiastic about his future ideas for helping his 'red sisters and brothers'.

At the conclusion of his speech, the Tribes presented the Senator with a plaque inscribed with his new Indian name - Walking Eagle.

The proud Senator then departed in his motorcade, waving to the crowds.

A news reporter later inquired to the group of chiefs of how they came to select the new name had given to the Senator.

They explained that Walking Eagle is the name given to a bird so full of sh!t it can no longer fly.


Have a wonderful weekend everybody.

Purnomo Yusgianto - Menhan R.I

$
0
0
Terpilihnya pak Purnomo Yusgiantoro menjadi Menteri Pertahanan R.I yang menggantikan pak Juwono Sudarsono, membuat saya sedikit mengerutkan kening.
Walaupun saya adalah kroco mumet alias bukan siapa siapa, tapi toh tidak ada salahnya urun saran.

Saat menjabat Mentri ESDM dulu justru menggantikan pak SBY saat kabinet Abdurrahman Wahid yang diteruskan hingga pak SBY menjadi presiden. Dalam masa jabatannya mentri ini dikenal dengan wawasan dan keputusannya yang "
nyleneh" (pen: lain dari yang lain). Pasalnya beliau justru menganjurkan untuk mengurangi subsidi minyak dan menaikkan harga bahan bakar dalam negeri secara bertahap agar disesuaikan dengan harga pasar internasional. Secara ekonomis merupakan langkah brilyan walau harus berhadapan dengan demo rakyat. Sebuah jawaban yang tepat atas pusaran setan arus politik dan ekonomi Indonesia saat itu.

Kemudian yang menarik adalah, komen entah merupakan canda saat ditanya wartawan usai wawancara di Puri Cikeas.

"I don't know ALUTSISTA" (ref:The Jakarta Post 10/19).

ALUTSISTA adalah kependekan dari Alat Utama Sistem Senjata. Entah artinya bahwa pak mentri ini bercanda dengan gaya merendah atau memang tidak tahu. Padahal beliau adalah lulusan Lemhannas KRA XXV bahkan menjabat wakil gubernur lembaga tersebut hingga tahun 2000. Setahu saya istilah Alutsista telah diperkenalkan jauh sebelum tahun 2000 di Lemhannas, walau tidak secara umum digunakan.


Kerut keningku makin terlihat saat beliau mengatakan:

"Hal itu sesuai dengan pesan Presiden agar penggunaan anggaran pertahanan dikelola secara efektif dan efisien ... Jadi, ini harus dikelola dengan baik termasuk bagi pengadaan alat utama sistem senjata" (ref: Antara/Dephan)

Adalah jamak bagi awam di Indonesia bahwa lembaga militer di Indonesia memiliki tingkat kebocoran yang cukup tinggi. Pula masalah ini sudah merupakan fenomena yang cukup kronis. Ada perbedaan yang hakiki saat seseorang akan melakukan manajemen "nyleneh" di dua departemen yang berbeda. Peratama adalah departemen Pertambangan dan Energy sedang yang lain adalah Departemen Pertahanan. Walau dua departemen ini merupakan ladang yang paling subur menggiurkan bagi elite politik, keduanya memiliki perangkat perangkat karakteristik manusia yang berbeda.

Walau pun demikian beliau sudah mengisayaratkan bahwa dalam masa kepemimpinan pak Juwono dulu sudah mencerminkan penurunan tingkat kebocoran dari yang sebelumnya.

Pembelian alat utama sistem senjata merupakan masalah yang paling sensitif baik bagi kalangan legislatif maupun eksekutif. Sebagaimana yang telah kita saksikan dulu, sistem yang diterapkan juga tidak jauh jauh dengan cara yang dilakukan di era pak Harto.

Kelihatannya mekanisme telah mengalami perubahan tetapi secara harafiah masih merupakan pengejawantahan sistem lama yang sering bahkan merupakan target kebocoran utama. Dengan kata lain, hal tersebut hanya face-lift.

Kecuali beliau dapat membawa alam dan sistem yang sama sekali berubah dari protap yang telah digariskan.

Lebih jauh beliau mengatakan:

"Untuk pengadaan alat utama sistem senjata, kita akan intensifkan melalui "multi years budgeting", jadi dapat ditekan berbagai kemungkinan bocornya anggaran" (ref:Antara/Dephan)

Dulu di saat saya menjadi menjadi pasis di US Naval Postgraduate School (NPS), pernah diajarkan tentang konsep PPBS atau disebut Planning-Programming and Budgeting System dengan mengacu pada multi years budgeting. Ada beberapa keunggulan komparatif sistem ini misalnya:
  1. Dapat sebagai acuan utama jika terjadi perbedaan fiscal jangka panjang antara sumber tersedia (resources) terhadap program belanja pemerintah (expenditure commitment).
  2. Memberi framework bagi program jangka menengah berdasarkan skala prioritas.
  3. Perkiraan multi years budget dapat memberikan projeksi hasil akhir dalam kondisi ekonomi alternatif. Yang juga dapat memberi sinyalemen terhadap kebijakan yang tidak kompatibel terhadap framework jangka panjang.
  4. Penghematan atas pemberdayaan sumberdaya manusia dalam lingkup prosesnya.

Masalah utama yang membuat kontradiktif dalam menjalankan multi years budgeting terutama dalam kasus pemerintah sebagai pokok bahasan adalah:
  1. Pemerintah harus mempunyai integritas ekonomi yang konsekuen dalam menjalankan anggarannya.
  2. Mendapat support dari beberapa kalangan elite politik guna stabilitas anggaran.
  3. Penyederhanaan dan transparansi perangkat peraturan yang sehubungan dengan anggaran yang dicanangkan.

Tiga hal utama ini saja sudah merupakan syarat yang cukup berat, mengingat darimana sudut awal mulainya suatu anggaran yang dicangkan. Juga merupakan hal hal yang (menurut saya) masih sedikit diatas awan jika kita melihat kondisi suhu politis di Indonesia saat ini. Dengan kata lain, ini merupakan tantangan yang cukup serius bagi kebijakan yang akan diterapkan oleh pak Purnomo.

Bagaimanapun juga, dalam pandangan saya tidak ada salahnya jika pak Purnomo diberi kesempatan untuk memimpin Departemen Pertahanan. Tidak sedikit hambatan yang akan ditemui beliau nantinya termasuk didalamnya oposisi para "orang-kuat" didalam ABRI, belum lagi konsepsi indoktrinal yang selama ini telah terpatri sebelumnya bahkan yang sudah membudaya di instansi ini.

Jika memang hal tersebut yang beliau tawarkan dalam memimpin Departemen Pertahanan kelak, dan konsisten menjalankan program program tersebut, niscaya komunitas pertahanan R.I akan semakin effisien dan kondusif. Setidaknya merupakan peletak dasar bagi projeksi kekuatan yang dapat dijadikan tulang punggung Republik Indonesia untuk tahun tahun mendatang.

Viewing all 25 articles
Browse latest View live